KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat transformasi digital di sektor komunikasi publik. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkot Tangerang kini membekali Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dengan kemampuan teknologi digital hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyebaran informasi pemerintah kepada masyarakat secara lebih efektif, akurat, dan menjangkau hingga tingkat lingkungan warga.
Pelatihan tersebut berlangsung di Ruang Al Amanah Lantai 5, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Dalam kegiatan itu, para peserta mendapatkan materi terkait optimalisasi website, pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), hingga pemanfaatan AI untuk produksi konten digital.
Pemkot Tangerang menilai keberadaan KIM menjadi salah satu ujung tombak penyebaran informasi publik di tengah masyarakat. Selain menyampaikan program pemerintah, KIM juga berperan menampung aspirasi warga agar komunikasi berjalan dua arah.
Asisten Daerah (Asda) III Kota Tangerang, Deni Koswara, mengatakan komunikasi yang efektif tidak hanya menyampaikan informasi dari pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Diskominfo Kota Tangerang atas pelaksanaan pelatihan ini. Komunikasi yang baik adalah komunikasi dua arah. Informasi tidak hanya turun dari atas, tetapi keluhan dan aspirasi dari bawah juga bisa tersampaikan secara timbal balik melalui komunikasi ini,” ujar Deni, Senin, 25 Mei 2026.
Menurut Deni, masih banyak layanan publik milik Pemkot Tangerang yang belum dimanfaatkan secara maksimal karena masyarakat belum mengetahui keberadaan layanan tersebut. Kondisi itu membuat peran KIM menjadi sangat penting dalam membantu sosialisasi program pemerintah.
Ia mencontohkan sejumlah layanan digital seperti fitur simpati rumah sakit hingga layanan Sobat Dukcapil yang membutuhkan penyebaran informasi lebih luas agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Aplikasi sebanyak dan sebagus apa pun yang kita bikin akan sia-sia tatkala tidak dimanfaatkan masyarakat karena ketidaktahuan. Di sinilah KIM bergerak, seperti menyosialisasikan fitur simpati rumah sakit hingga layanan Sobat Dukcapil,” katanya.
Selain memperkuat kemampuan komunikasi publik, pelatihan tersebut juga fokus pada penggunaan AI dalam pembuatan konten digital. Teknologi itu dinilai mampu mempercepat proses produksi materi informasi, terutama video edukasi dan animasi.
Kepala Bidang Diseminasi Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Kota Tangerang, Ian Chavidz Rizqiullah, mengatakan penggunaan AI menjadi solusi baru dalam meningkatkan efektivitas produksi konten informasi di era digital.
Menurut Ian, sebelumnya proses pembuatan video animasi membutuhkan waktu cukup panjang karena dilakukan secara manual. Namun kini, teknologi AI mampu memangkas proses tersebut menjadi jauh lebih cepat.
“Dulu pakai manual bisa berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Tapi dengan AI, bikin konten video animasi itu tidak sampai satu hari, bahkan hitungan menit bisa selesai. Jadi kita manfaatkan teknologi modern ini untuk kemajuan informasi di wilayah Kota Tangerang,” jelas Ian.
Tidak hanya menyasar pengurus KIM, Diskominfo Kota Tangerang juga mulai melibatkan kalangan pelajar melalui program Kelompok Informasi Sekolah (KIS). Program ini menjadi inovasi baru untuk memperluas penyebaran informasi positif hingga lingkungan sekolah.
Melalui KIS, para pelajar didorong aktif membuat dan menyebarkan konten edukatif di lingkungan masing-masing. Bahkan, kegiatan tersebut akan dikemas dalam bentuk kompetisi untuk meningkatkan kreativitas generasi muda.
“Kita juga mendorong anak muda ikut bergerak di KIM. Bahkan, tahun ini kami bantu melalui inovasi baru yaitu Kelompok Informasi Sekolah (KIS). Jadi di tingkat sekolah juga kami masifkan informasi-informasi, bahkan itu dilombakan dengan hadiah yang akan diberikan di akhir tahun,” paparnya.
Pemkot Tangerang berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang komunikasi digital sekaligus memperkuat keterbukaan informasi publik.
Dengan dukungan AI dan teknologi digital, KIM kini diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi pemerintah, tetapi juga menjadi motor penggerak literasi digital masyarakat di Kota Tangerang.***

