KILAS BANTEN – Pemerintah resmi menggelar Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis untuk memotret kondisi ekonomi nasional secara menyeluruh. Di Provinsi Banten, Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa keakuratan data menjadi kunci utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan.
Dimyati menilai sensus yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini bukan sekadar kegiatan pendataan rutin. Ia menyebut sensus sebagai instrumen penting untuk membaca kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak ikut berperan aktif demi menyukseskan program nasional tersebut.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kolaborasi menjadi kunci utama. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, media, hingga akademisi harus terlibat,” ujar Dimyati, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia menekankan bahwa pemerintah membutuhkan data yang benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya. Menurutnya, data yang akurat akan menjadi dasar kuat dalam merumuskan kebijakan yang efektif dan tepat sasaran. Ia juga mengingatkan agar tidak ada manipulasi dalam proses pendataan.
“Kita butuh data yang riil, bukan yang sudah dipoles. Dari situ, kebijakan bisa disusun dengan tepat,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Sensus Ekonomi 2026 menggunakan metode door to door. Petugas sensus akan mendatangi langsung rumah tangga dan unit usaha untuk melakukan pendataan. Metode ini dipilih agar seluruh aktivitas ekonomi dapat tercatat secara lengkap, mulai dari usaha besar hingga usaha mikro, termasuk kegiatan ekonomi digital yang berkembang di tingkat rumah tangga.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















