Banjir 2 Meter Rendam Cinangka, Warga Menanti Bupati Serang Turun Tangan: Kami Seperti Ditinggal Orang Tua

Kilas Banten
21 Des 2025 16:00
Serang 0
2 menit membaca

KILAS BANTEN – Banjir besar yang melanda Kampung Kajaroan, Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, menyisakan duka mendalam bagi warga. Hingga hari ketiga pascabanjir, masyarakat setempat mengaku belum menerima kunjungan dari Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah. Kondisi ini memunculkan rasa sedih dan kekecewaan di tengah warga yang sedang berjuang menghadapi dampak bencana.

Banjir terjadi sejak Senin malam, 16 Desember 2025. Air meluap dengan cepat dan merendam permukiman warga. Di sejumlah titik, ketinggian air mencapai sekitar dua meter. Warga menyebut peristiwa ini sebagai salah satu banjir terparah yang pernah terjadi di wilayah mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Luapan air berasal dari sungai yang melintas di sekitar kampung. Aliran sungai tersumbat tumpukan sampah dan pepohonan di kawasan Bendungan Curug Betung.

Baca Juga  Kampung Pule Binuang Terendam dan Terisolasi, DPRD Kabupaten Serang Desak Bantuan Merata dan Solusi Banjir Permanen

Akibatnya, air tidak tertampung dan langsung menggenangi rumah-rumah warga. Sedikitnya 170 rumah di tiga RT di Desa Rancasanggal terdampak langsung oleh banjir tersebut.

Ismail, tokoh masyarakat Kampung Kajaroan, mengatakan warga sangat berharap kehadiran Bupati Serang di lokasi bencana.

Menurutnya, kunjungan kepala daerah memiliki arti penting bagi warga yang sedang tertimpa musibah. Kehadiran pemimpin dianggap mampu memberikan semangat dan rasa diperhatikan.

“Warga jelas merasa sedih. Bagi kami, bupati itu seperti orang tua. Kami berharap beliau datang untuk melihat langsung kondisi anak-anaknya yang sedang terkena musibah,” ujar Ismail, Minggu, 21 Desember 2025.