KILAS BANTEN – Pemerintah Kabupaten Serang mengeluarkan peringatan serius terkait potensi penyebaran hantavirus yang dibawa tikus. Virus tersebut dinilai berbahaya karena dapat memicu gangguan paru-paru dan ginjal apabila masyarakat mengabaikan kebersihan lingkungan.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan rumah, tempat kerja, hingga fasilitas umum. Ia menilai lingkungan kotor dan dipenuhi sisa makanan menjadi tempat ideal bagi tikus berkembang biak.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Berkenaan dengan potensi merebaknya efek dari hantavirus yang berdampak pada gangguan ginjal dan paru-paru, maka tindakan preventif harus dilakukan bersama-sama,” ujar Najib dalam keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.
Peringatan tersebut muncul seiring meningkatnya perhatian pemerintah terhadap ancaman penyakit yang ditularkan hewan pengerat. Pemkab Serang menilai langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini agar risiko penyebaran virus dapat ditekan.
Najib menegaskan, upaya sederhana seperti membersihkan rumah secara rutin mampu membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit. Masyarakat juga diminta tidak membiarkan makanan terbuka dan tidak membuang sisa makanan sembarangan.
Menurutnya, sampah rumah tangga yang dibiarkan terbuka dapat mengundang tikus masuk ke lingkungan permukiman. Kondisi itu dinilai berpotensi memperbesar penyebaran penyakit di tengah masyarakat.
“Kalau ada sisa makanan di tong sampah yang terbuka, itu sangat berpotensi didatangi tikus,” katanya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















