Darurat Hantavirus Mengintai Kabupaten Serang, Wabup Najib Serukan Perang Lawan Tikus dari Rumah hingga Pasar

Kilas Banten
12 Mei 2026 21:00
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kabupaten Serang mengeluarkan peringatan serius terkait potensi penyebaran hantavirus yang dibawa tikus. Virus tersebut dinilai berbahaya karena dapat memicu gangguan paru-paru dan ginjal apabila masyarakat mengabaikan kebersihan lingkungan.

 

Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan rumah, tempat kerja, hingga fasilitas umum. Ia menilai lingkungan kotor dan dipenuhi sisa makanan menjadi tempat ideal bagi tikus berkembang biak.

 

“Berkenaan dengan potensi merebaknya efek dari hantavirus yang berdampak pada gangguan ginjal dan paru-paru, maka tindakan preventif harus dilakukan bersama-sama,” ujar Najib dalam keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.

 

Peringatan tersebut muncul seiring meningkatnya perhatian pemerintah terhadap ancaman penyakit yang ditularkan hewan pengerat. Pemkab Serang menilai langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini agar risiko penyebaran virus dapat ditekan.

 

Najib menegaskan, upaya sederhana seperti membersihkan rumah secara rutin mampu membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit. Masyarakat juga diminta tidak membiarkan makanan terbuka dan tidak membuang sisa makanan sembarangan.

 

Menurutnya, sampah rumah tangga yang dibiarkan terbuka dapat mengundang tikus masuk ke lingkungan permukiman. Kondisi itu dinilai berpotensi memperbesar penyebaran penyakit di tengah masyarakat.

 

“Kalau ada sisa makanan di tong sampah yang terbuka, itu sangat berpotensi didatangi tikus,” katanya.

 

Selain kebersihan rumah, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi drainase dan saluran air di sekitar lingkungan tempat tinggal. Saluran air yang rusak atau berlubang disebut dapat menjadi akses masuk tikus ke dalam rumah.

 

Pemkab Serang pun mengajak masyarakat kembali mengaktifkan budaya gotong royong dan kerja bakti membersihkan lingkungan. Langkah tersebut dianggap penting untuk mengurangi tumpukan sampah dan area lembap yang berpotensi menjadi sarang tikus.

 

Warga diminta rutin membersihkan saluran air, halaman rumah, hingga tempat penampungan sampah. Area lembap dan minim perawatan disebut menjadi lokasi favorit tikus untuk berkembang biak.

 

Dalam kegiatan kerja bakti, Najib mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker dan sarung tangan. Langkah itu penting untuk mengurangi risiko kontak langsung dengan area yang diduga telah terkontaminasi tikus.

 

“Bisa jadi tempat penimbunan sampah atau tumpukan kotoran itu sudah dilewati tikus. Karena itu, saat kerja bakti gunakan masker dan sarung tangan,” ujarnya.

 

Selain lingkungan permukiman, Pemkab Serang juga memberi perhatian khusus terhadap kebersihan pasar tradisional. Area pasar dinilai rawan menjadi tempat berkembangnya tikus karena banyak ditemukan sisa makanan dan saluran air yang tidak terawat.

 

Najib meminta pengelola pasar dan unit pelaksana teknis lebih aktif menjaga kebersihan area perdagangan. Pedagang juga diimbau menyimpan bahan makanan di tempat tertutup agar tidak mengundang tikus.

 

Ia menegaskan, saluran air yang rusak dan berlubang di kawasan pasar harus segera diperbaiki. Menurutnya, lokasi yang kotor dan lembap menjadi habitat ideal bagi tikus.

 

“Pasar harus dipastikan bersih. Kalau ada saluran air yang kotor dan berlubang, segera dibersihkan lalu ditutup. Tempat seperti itu sangat disukai tikus,” ucapnya.

 

Pemkab Serang menilai kesadaran menjaga kebersihan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. Pemerintah berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi ikut aktif menjaga lingkungan sekitar.

 

Langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menutup makanan, serta memperbaiki saluran air dinilai mampu membantu menekan penyebaran hantavirus secara signifikan. Pemkab Serang berharap kedisiplinan masyarakat menjaga kebersihan dapat menciptakan lingkungan sehat dan bebas dari ancaman tikus pembawa penyakit.***