Selain kebersihan rumah, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi drainase dan saluran air di sekitar lingkungan tempat tinggal. Saluran air yang rusak atau berlubang disebut dapat menjadi akses masuk tikus ke dalam rumah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pemkab Serang pun mengajak masyarakat kembali mengaktifkan budaya gotong royong dan kerja bakti membersihkan lingkungan. Langkah tersebut dianggap penting untuk mengurangi tumpukan sampah dan area lembap yang berpotensi menjadi sarang tikus.
Warga diminta rutin membersihkan saluran air, halaman rumah, hingga tempat penampungan sampah. Area lembap dan minim perawatan disebut menjadi lokasi favorit tikus untuk berkembang biak.
Dalam kegiatan kerja bakti, Najib mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker dan sarung tangan. Langkah itu penting untuk mengurangi risiko kontak langsung dengan area yang diduga telah terkontaminasi tikus.
“Bisa jadi tempat penimbunan sampah atau tumpukan kotoran itu sudah dilewati tikus. Karena itu, saat kerja bakti gunakan masker dan sarung tangan,” ujarnya.
Selain lingkungan permukiman, Pemkab Serang juga memberi perhatian khusus terhadap kebersihan pasar tradisional. Area pasar dinilai rawan menjadi tempat berkembangnya tikus karena banyak ditemukan sisa makanan dan saluran air yang tidak terawat.
Najib meminta pengelola pasar dan unit pelaksana teknis lebih aktif menjaga kebersihan area perdagangan. Pedagang juga diimbau menyimpan bahan makanan di tempat tertutup agar tidak mengundang tikus.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















