Petugas Dinas Pendidikan Kota Tangerang memberikan informasi pelaksanaan SPMB 2026 kepada orang tua murid. Pemkot Tangerang menyiapkan jalur khusus bagi siswa penyandang disabilitas untuk memastikan akses pendidikan yang setara.KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tahun ini, Pemkot Tangerang menegaskan komitmennya menghadirkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dengan membuka jalur khusus bagi penyandang disabilitas.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh anak memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi. Pemerintah daerah ingin setiap peserta didik, termasuk yang memiliki keterbatasan fisik, tetap mendapatkan hak belajar yang layak dan setara.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan SPMB hingga saat ini berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti.
“Insyaallah, proses persiapan sampai dengan hari ini semuanya berjalan dengan baik, tidak ada kendala secara teknis yang ditemukan. Oleh karenanya, kami sangat yakin pelaksanaan SPMB SD dan SMP di Kota Tangerang bisa berjalan baik, lancar, serta menjunjung tinggi kesetaraan akses bagi semua lapisan masyarakat termasuk bagi yang memiliki keterbatasan secara fisik,” ujar Wahyudi, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut Wahyudi, pendidikan merupakan hak dasar seluruh warga negara. Karena itu, Pemkot Tangerang ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena kondisi fisik atau kebutuhan khusus tertentu.
Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Tangerang juga telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang agar proses pendaftaran bagi calon peserta didik disabilitas dapat berjalan lebih mudah dan nyaman.
“Kami juga telah menyiapkan jalur khusus bagi calon peserta didik penyandang disabilitas untuk memastikan semuanya dapat terakomodasi tanpa ada diskriminasi. Jadi fasilitasnya sudah ada tinggal orang tua atau walinya nanti bisa memanfaatkannya secara maksimal,” katanya.
Selain jalur disabilitas, Pemkot Tangerang juga membuka sejumlah jalur penerimaan lain untuk jenjang SD dan SMP. Pembagian jalur dilakukan agar proses penerimaan siswa baru berjalan lebih tertata, transparan, dan memberikan kesempatan merata bagi seluruh calon peserta didik.
Untuk jenjang SD, jalur penyandang disabilitas dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 3 Juni 2026. Selanjutnya, jalur mutasi dibuka pada 5 Juni 2026, jalur afirmasi pada 8 Juni 2026, jalur domisili lingkungan pada 10 Juni 2026, jalur domisili wilayah pada 12 hingga 13 Juni 2026, serta jalur domisili umum atau luar kota pada 17 Juni 2026.
Sementara untuk jenjang SMP, jalur penyandang disabilitas dibuka pada 19 hingga 20 Juni 2026. Kemudian dilanjutkan jalur afirmasi pada 23 sampai 24 Juni 2026, jalur domisili pada 26 hingga 27 Juni 2026, jalur mutasi pada 30 Juni 2026, jalur prestasi lomba pada 2 Juli 2026, dan jalur prestasi nilai rapor dalam maupun luar kota pada 6 hingga 7 Juli 2026.
Pemkot Tangerang berharap pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah daerah menargetkan proses penerimaan siswa baru dapat berlangsung transparan, akuntabel, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.
Langkah menghadirkan jalur khusus disabilitas dinilai menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pentingnya pendidikan inklusif. Sistem tersebut juga menunjukkan komitmen Pemkot Tangerang dalam menciptakan layanan pendidikan yang ramah bagi semua kalangan.
Selain memperluas akses pendidikan, kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya lingkungan belajar yang lebih terbuka dan menghargai keberagaman. Dengan begitu, seluruh anak di Kota Tangerang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan lebih baik melalui pendidikan.***
