Warga Kampung Kajaroan, Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, beraktivitas di tengah genangan banjir yang merendam permukiman hingga dua meter.Ismail menjelaskan, Ratu Rachmatuzakiyah baru dilantik sebagai Bupati Serang pada Mei 2025. Karena itu, warga menaruh harapan besar agar pemimpin baru tersebut bisa turun langsung ke lapangan dan mendengar keluhan masyarakat terdampak banjir.
Selain dukungan moril, warga juga ingin menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang hingga kini belum tertangani dengan baik. Salah satunya adalah kondisi akses jalan di Kampung Kajaroan. Jalan sepanjang sekitar 500 hingga 600 meter mengalami kerusakan parah dan sulit dilalui, terutama saat banjir melanda.
“Kalau banjir datang, jalan ini benar-benar tidak bisa dilewati. Aktivitas warga lumpuh. Anak-anak dan orang tua kesulitan,” kata Ismail.
Masalah lain yang disoroti warga adalah minimnya penerangan jalan. Saat banjir terjadi pada malam hari, kondisi kampung menjadi sangat gelap. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan dan menyulitkan warga yang harus beraktivitas atau mengungsi.
Warga juga mendorong pemerintah daerah untuk membangun posko pengungsian permanen. Menurut Ismail, di wilayah Kampung Kajaroan terdapat lahan milik negara yang cukup luas dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan tersebut.
“Kami tidak minta bangunan mahal. Cukup tanahnya diurug agar lebih tinggi. Saat banjir datang, BPBD bisa langsung pasang tenda. Warga tidak perlu mengungsi jauh ke kampung lain,” ujarnya.