KILAS BANTEN – Banjir yang melanda Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, memicu dampak serius bagi warga Kampung Pule, Desa Gembor. Kampung tersebut terisolasi akibat genangan air yang menutup akses distribusi bantuan. Kondisi ini mendorong Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Partai Demokrat, Eki Baihaki, turun langsung ke lapangan dan menegaskan masih kurangnya bantuan sembako serta layanan kesehatan bagi warga terdampak.
Eki Baihaki menyampaikan Kampung Pule menjadi salah satu wilayah yang paling merasakan dampak banjir. Akses yang terbatas membuat bantuan sulit masuk dan tidak merata. Menurutnya, kondisi ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kampung Pule masih sangat kurang bantuan sembako karena menjadi salah satu kampung yang terisolasi oleh banjir,” ujar Eki dalam keterangannya, Kamis, 29 Januari 2026.
Selain kebutuhan pangan, Eki menyoroti persoalan kesehatan warga. Banyak masyarakat mengeluhkan gangguan kulit seperti gatal-gatal akibat terlalu lama terendam air banjir. Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan karena berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Eki mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang agar penanganan medis segera dilakukan.
Ia menekankan bahwa dampak banjir tidak hanya menyangkut kerusakan fisik dan ekonomi, tetapi juga keselamatan dan kesehatan masyarakat.
“Saya sudah berkomunikasi dengan kepala Dinas Kesehatan dan akan ditindaklanjuti. Ini penting karena dampak banjir tidak hanya soal kerugian materi, tetapi juga kesehatan masyarakat,” katanya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















