Logika di Balik Birahi

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

M. Ishom el Saha, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten

i

M. Ishom el Saha, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten

KILAS BANTEN – Maraknya kasus kekerasan seksual, penyimpangan seksual, dan hubungan seks di luar nikah yang terjadi di tengah masyarakat mengajak kita untuk melakukan introspeksi: Apa rahasia manusia diberikan birahi oleh Tuhan? Apa birahi murni nafsu? Atau sebaliknya ada logika di balik birahi?

 

Kita selama ini memahami birahi sering dikaitkan dengan nafsu semata. Dalam percakapan sehari-hari, kata ini bahkan kerap dipahami sebagai dorongan yang negatif dan harus dijauhi. Padahal, di balik birahi terdapat pembelajaran tentang logika kehidupan manusia. Birahi bukan sekadar gejolak biologis, melainkan bagian dari fitrah yang memiliki tujuan dan hikmah.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Al-Ghazali menjelaskan bahwa ketika Allah SWT memberikan birahi kepada manusia, ada dua hal besar yang diharapkan. Pertama, kenikmatan birahi yang dirasakan manusia menjadi gambaran kecil agar manusia dapat mengqiyaskan betapa luar biasanya kenikmatan surga. Kedua, manusia diberikan birahi agar kehidupan manusia dapat terus berlangsung melalui keturunan dari generasi ke generasi.

Baca Juga  Kelangkaan Plastik dan Respon Ecoteologi

 

Pandangan ini menunjukkan bahwa Islam memandang birahi secara rasional dan proporsional. Sesuatu yang diciptakan Allah SWT tentu tidak hadir tanpa tujuan. Logika pertama yang dapat dipahami adalah bahwa manusia membutuhkan pengalaman konkret untuk memahami sesuatu yang abstrak.

 

Surga merupakan kenikmatan yang tidak dapat dibayangkan secara utuh oleh akal manusia. Oleh karena itu, manusia diberi sedikit rasa nikmat di dunia, termasuk kenikmatan birahi, agar manusia memiliki gambaran tentang kebahagiaan yang lebih besar di akhirat. Dengan kata lain, birahi bukan hanya persoalan tubuh, tetapi juga sarana pembelajaran spiritual.

Penulis : Redaksi Kilas Banten

Editor : Redaksi Kilas Banten

Sumber Berita: KILASBANTEN.COM

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelangkaan Plastik dan Respon Ecoteologi
Alarm Hukum di Balik Aset Tak Bersertifikat: Menguji Akuntabilitas Pemerintah Provinsi Banten
Logika di Balik Birahi, opini ini ditulis oleh M. Ishom el Saha, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten.

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:03

Logika di Balik Birahi

Jumat, 10 April 2026 - 06:06

Kelangkaan Plastik dan Respon Ecoteologi

Sabtu, 4 April 2026 - 14:00

Alarm Hukum di Balik Aset Tak Bersertifikat: Menguji Akuntabilitas Pemerintah Provinsi Banten

Berita Terbaru

M. Ishom el Saha, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten

Opini

Logika di Balik Birahi

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:03