Dalam kunjungan tersebut, Eki juga menyerap aspirasi warga setempat. Mayoritas masyarakat Kecamatan Binuang bekerja sebagai petani. Banjir yang terjadi mengancam hasil pertanian mereka. Warga memperkirakan sekitar 50 persen lahan sawah berpotensi mengalami gagal panen jika kondisi tidak segera membaik.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Atas situasi itu, masyarakat berharap adanya kompensasi atau subsidi dari pemerintah daerah. Bantuan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan ekonomi petani yang terdampak langsung oleh bencana banjir. Eki menyebut aspirasi ini sebagai bentuk jeritan warga yang kehilangan sumber penghasilan utama.
“Masyarakat berharap ada perhatian khusus dari pemerintah, terutama bagi petani yang terancam gagal panen,” ujar Eki.
Selain kompensasi, warga juga menuntut normalisasi kali irigasi. Menurut mereka, pendangkalan dan aliran irigasi yang tidak optimal menjadi salah satu penyebab utama banjir yang kerap berulang di wilayah tersebut.
Normalisasi dianggap sebagai langkah mendesak untuk mengurangi risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi.
Dorongan Jangka Panjang
Eki Baihaki menegaskan penanganan banjir di Kabupaten Serang tidak dapat dilakukan secara parsial. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Serang untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten serta kementerian terkait guna merumuskan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
“Penanganan banjir harus direncanakan secara jangka panjang. Pemkab Serang perlu berkolaborasi dengan provinsi dan kementerian agar persoalan banjir bisa dibenahi dari hulu hingga hilir,” tuturnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















