Jobfair Online Kota Tangerang Buka 693 Lowongan dari Perusahaan Besar, Ribuan Pencari Kerja Bersiap

Kilas Banten
20 Mei 2026 12:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang kembali membuka peluang besar bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Melalui Jobfair Online edisi Mei 2026, sebanyak 693 lowongan kerja resmi dibuka untuk berbagai jenjang pendidikan dan bidang pekerjaan.

 

Program yang berlangsung mulai 18 hingga 30 Mei 2026 itu menghadirkan kesempatan kerja dari 10 perusahaan nasional yang bergerak di berbagai sektor industri. Seluruh proses rekrutmen dilakukan secara daring untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi dan melamar pekerjaan secara cepat.

 

Antusiasme pencari kerja diperkirakan meningkat tajam. Pasalnya, lowongan yang tersedia mencakup berbagai posisi strategis mulai dari tingkat operator hingga tenaga profesional.

 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, mengatakan Jobfair Online menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam memperluas akses informasi ketenagakerjaan bagi masyarakat.

 

Menurutnya, sistem digital yang diterapkan mampu membuat proses pencarian kerja menjadi lebih praktis dan efisien dibanding metode konvensional.

 

“Dalam pelaksanaan Jobfair Online kali ini terdapat 37 formasi jabatan yang dibuka untuk berbagai jenjang pendidikan mulai dari SMA sederajat, D3 hingga S1,” ujar Ujang, Rabu, 20 Mei 2026.

 

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja untuk lulusan SMA dan sederajat masih mendominasi dalam pelaksanaan Jobfair Online tahun ini. Tercatat sebanyak 220 formasi khusus disediakan untuk lulusan tingkat menengah.

 

Sementara itu, peluang kerja bagi lulusan diploma dan sarjana juga tersedia cukup luas. Perusahaan membuka posisi di bidang teknis, administrasi, pemasaran, hingga teknologi informasi.

 

Sejumlah perusahaan ternama turut ambil bagian dalam program tersebut. Di antaranya PT Pharos Indonesia, PT Indomarco Prismatama, PT BFI Finance Indonesia Tbk, PT Permodalan Nasional Madani, hingga PT Indo Taichen Textile Industry.

 

Berbagai posisi menarik ditawarkan dalam bursa kerja daring tersebut. Mulai dari telemarketing, store crew, helper, sales representative, account officer, quality control staff, operator obras, programmer, hingga IT programmer.

 

Ujang menilai banyaknya formasi yang tersedia menunjukkan tingginya kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor usaha pada tahun ini. Kondisi tersebut diharapkan mampu dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuan dan minat masing-masing.

 

“Melalui Jobfair Online ini, masyarakat diharapkan memanfaatkan peluang kerja yang tersedia sesuai kompetensi dan minatnya,” katanya.

 

Ia menambahkan, penerapan sistem online memberikan banyak kemudahan bagi pelamar. Seluruh proses pendaftaran hingga pengiriman berkas lamaran dapat dilakukan tanpa harus datang langsung ke lokasi rekrutmen.

 

Selain menghemat waktu dan biaya, sistem daring juga dinilai mampu menjangkau lebih banyak pencari kerja dari berbagai wilayah di Kota Tangerang.

 

Program Jobfair Online sendiri rutin diselenggarakan Pemerintah Kota Tangerang sebagai bagian dari upaya menekan angka pengangguran dan memperkuat hubungan antara dunia usaha dengan tenaga kerja lokal.

 

Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan keterampilan dan kompetensi agar mampu bersaing di dunia industri yang terus berkembang.

 

Selain membuka lapangan kerja baru, Jobfair Online dinilai menjadi langkah konkret pemerintah dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang ketenagakerjaan.

 

Pemkot Tangerang juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap maraknya informasi lowongan kerja palsu yang beredar di media sosial maupun aplikasi pesan singkat.

 

Masyarakat diminta hanya mengakses informasi lowongan melalui kanal resmi ketenagakerjaan Kota Tangerang untuk menghindari potensi penipuan yang merugikan pencari kerja.

 

Dengan ratusan lowongan yang tersedia, Jobfair Online Mei 2026 diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan. Di sisi lain, perusahaan juga dapat lebih mudah menemukan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.***