Petugas Dinas PUPR Kota Tangerang melakukan pembongkaran dan pengaspalan ulang Jalan Gajah Tunggal di Kecamatan Jatiuwung untuk memperlancar akses menuju kawasan industri.KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang mulai mempercepat perbaikan Jalan Gajah Tunggal di Kecamatan Jatiuwung setelah kerusakan di sejumlah titik dinilai mengganggu aktivitas masyarakat. Ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses utama menuju kawasan industri yang setiap hari dilintasi ribuan pekerja, kendaraan pribadi, hingga truk logistik.
Langkah cepat itu dilakukan untuk mengembalikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang telah membongkar bagian jalan yang mengalami kerusakan berat sebelum melanjutkan proses penambalan dan pengaspalan ulang.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu, mengatakan perbaikan menjadi prioritas karena Jalan Gajah Tunggal memiliki fungsi vital bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas industri.
“Kami bergerak cepat melakukan perbaikan jalan yang menjadi akses utama masyarakat khususnya pekerja pabrik di kawasan industri sekitarnya. Beberapa segmen jalan sudah dibongkar untuk dilakukan penambalan sampai pengaspalan ulang supaya bisa dilalui lagi dengan aman,” ujar Iwan, Jumat, 3 Juli 2026.
Jalan Gajah Tunggal menjadi penghubung penting antara kawasan industri Jatiuwung dengan Jalan Raya Gatot Subroto atau jalur Serang-Kota Tangerang. Setiap hari, ruas jalan tersebut menjadi jalur utama distribusi barang sekaligus akses ribuan pekerja menuju berbagai pabrik di wilayah tersebut.
Hasil pemantauan pemerintah menunjukkan kerusakan jalan di beberapa lokasi sudah tergolong cukup berat. Kondisi itu dipengaruhi tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang keluar masuk kawasan industri hampir sepanjang hari.
Menurut Iwan, kendaraan berat menjadi faktor utama yang mempercepat penurunan kualitas jalan. Karena itu, pemerintah memutuskan mempercepat proses perbaikan agar kerusakan tidak semakin meluas dan tidak menghambat aktivitas ekonomi.
“Kerusakan di sana karena banyak dilalui kendaraan berat yang keluar-masuk kawasan industri setiap harinya. Jadi kegiatan perbaikan juga sedang dikejar secepat mungkin agar tidak menimbulkan kemacetan terutama di jam sibuk saat berangkat atau pulang kerja,” katanya.
Selama pekerjaan berlangsung, Dinas PUPR menerapkan sistem pengerjaan bertahap. Langkah tersebut dilakukan agar lalu lintas tetap dapat berjalan dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat bisa diminimalkan. Pengguna jalan masih dapat melintasi lokasi proyek dengan tetap memperhatikan pengaturan lalu lintas yang diberlakukan di lapangan.
Pemerintah juga memanfaatkan kondisi cuaca yang lebih mendukung dalam beberapa hari terakhir. Berkurangnya intensitas hujan membuat proses perbaikan dapat berlangsung lebih maksimal dibandingkan saat musim penghujan, sehingga kualitas hasil pengaspalan diharapkan lebih baik dan tahan lama.
Selain menangani Jalan Gajah Tunggal, Pemkot Tangerang terus meningkatkan program pemeliharaan jalan di berbagai wilayah. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat infrastruktur perkotaan sekaligus menjaga konektivitas antarwilayah agar aktivitas masyarakat dan dunia usaha tetap berjalan lancar.
Keberadaan jalan yang layak dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di kawasan industri. Infrastruktur yang baik mampu mempercepat distribusi logistik, memperlancar mobilitas tenaga kerja, mengurangi waktu tempuh perjalanan, serta menekan risiko kecelakaan akibat jalan berlubang atau rusak.***