UIN Banten di Kancah Internasional, Rektor Prof Ishom Teken Kerja Sama dengan 9 Kampus Asia, Perluas Jejaring Global

Kilas Banten
25 Jun 2026 21:07
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali menunjukkan komitmennya memperkuat posisi di tingkat internasional. Melalui Rektor Prof. Muhammad Ishom, kampus tersebut berhasil memperluas jejaring global dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan Letter of Intent (LoI) bersama sembilan perguruan tinggi dari Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam dalam forum Asian Islamic Universities Association (AIUA) 2026.

 

Kesepakatan tersebut berlangsung pada Pertemuan Tahunan ke-15 dan Konferensi Internasional AIUA yang digelar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 24–25 Juni 2026. Kehadiran UIN Banten menjadi bagian dari strategi memperkuat kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan daya saing pendidikan tinggi Islam di tingkat global.

 

Dalam agenda tersebut, Prof. Muhammad Ishom didampingi Kepala International Office (IO) UIN Banten, Dr. Siti Solehah. Keduanya mengikuti rangkaian pertemuan yang mempertemukan puluhan perguruan tinggi Islam dari berbagai negara di Asia.

 

AIUA merupakan asosiasi yang menaungi perguruan tinggi Islam di kawasan Asia. Organisasi ini berperan membangun kolaborasi akademik, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam, serta mendorong lahirnya program bersama yang mampu menjawab tantangan global.

 

Keanggotaannya mencakup universitas dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, hingga Maladewa. Melalui forum tahunan tersebut, setiap anggota memiliki ruang untuk memperluas kemitraan akademik dan memperkuat hubungan antarkampus.

 

Konferensi AIUA 2026 mengangkat tema “Transforming Islamic Higher Education for Advancing Global Peace, Resilience, and Inclusive Development.” Tema ini menegaskan pentingnya transformasi pendidikan tinggi Islam agar mampu berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia, memperkuat ketahanan masyarakat, serta mendukung pembangunan yang inklusif.

 

Pembukaan konferensi menghadirkan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, bersama Ace Hasan Syadzily sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Jusuf Kalla menyoroti berbagai peluang sekaligus tantangan yang dihadapi perguruan tinggi Islam di tengah dinamika global yang terus berkembang.

 

Forum tersebut juga menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka dari Asia Tenggara. Mereka berasal dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Thailand, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Diskusi berlangsung dengan fokus pada penguatan kualitas pendidikan tinggi Islam agar mampu beradaptasi terhadap perubahan global.

 

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Muhammad Ishom, menilai AIUA menjadi momentum penting untuk memperkuat peran universitas Islam di kawasan Asia Tenggara.

 

“Konferensi ini adalah pertemuan akademik yang sangat penting untuk menata kembali peran universitas Islam di Asia Tenggara. Islam adalah agama mayoritas, namun apakah Islam sudah diinternalisasi dengan baik sehingga memberikan warna dan manfaat untuk higher education di Asia Tenggara dan beyond,” ujar Prof. Muhammad Ishom dalam keterangannya, Kamis, 25 Juni 2026.

 

Menurutnya, perguruan tinggi Islam tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang kompeten. Kampus juga harus mampu melahirkan inovasi, memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan, serta berkontribusi terhadap perdamaian dunia dan pembangunan berkelanjutan.

 

Sementara itu, Kepala International Office UIN Banten, Dr. Siti Solehah, menjelaskan bahwa hasil kerja sama dengan sembilan perguruan tinggi tersebut akan diwujudkan melalui berbagai program internasional.

 

“Bentuk kerja samanya antara lain joint research, visiting lecture, dan students mobility,” kata Siti Solehah.

 

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas riset bersama, memperluas pertukaran dosen dan mahasiswa, serta mempercepat proses internasionalisasi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

 

Keikutsertaan aktif UIN Banten dalam AIUA 2026 menjadi bukti keseriusan kampus dalam membangun kemitraan internasional yang berkelanjutan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi UIN Banten sebagai perguruan tinggi Islam yang adaptif, unggul, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta terciptanya perdamaian dan pembangunan yang inklusif di tingkat global.***