Advertisement
Headline Nasional

HUT RI ke-81 di Pulau Merak Besar: Saat Merah Putih Berkibar Bersama Ombak, Karang, dan Harapan untuk Indonesia

Peserta membentangkan Bendera Merah Putih di perairan Pulau Merak Besar, Kota Cilegon, usai mengikuti aksi transplantasi terumbu karang dan pelepasan tukik dalam rangka peringatan HUT RI ke-81.
Peserta membentangkan Bendera Merah Putih di perairan Pulau Merak Besar, Kota Cilegon, usai mengikuti aksi transplantasi terumbu karang dan pelepasan tukik dalam rangka peringatan HUT RI ke-81.

KILAS BANTEN – Setiap Agustus, Merah Putih selalu menghiasi sudut-sudut negeri. Jalanan dipenuhi umbul-umbul, lapangan menjadi pusat upacara, sementara suara lomba rakyat menggema hingga ke pelosok desa. Namun, di ujung barat Pulau Jawa, semangat kemerdekaan tahun ini hadir dalam cara yang berbeda.

Pulau Merak Besar, Kota Cilegon, menawarkan perayaan HUT RI ke-81 yang bukan hanya mengajak masyarakat mengenang sejarah, tetapi juga merawat masa depan Indonesia. Laut, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan bertemu dalam satu perjalanan yang meninggalkan pengalaman tak terlupakan.

Mentari pagi baru mulai menghangatkan perairan Selat Sunda ketika deretan perahu nelayan perlahan meninggalkan Dermaga Djetty Cafe di kawasan Medaksa Sebrang. Di setiap buritan dan haluan, Bendera Merah Putih berkibar diterpa angin laut, menciptakan pemandangan yang memikat sepanjang perjalanan menuju Pulau Merak Besar.

Di atas perahu, tidak ada sekat jabatan maupun profesi. Prajurit Lanal Banten, jajaran Pemerintah Kota Cilegon, pegiat budaya, komunitas lingkungan, hingga masyarakat duduk berdampingan menikmati perjalanan singkat yang terasa lebih dari sekadar wisata bahari.

Sesampainya di pulau, hamparan laut biru berpadu dengan rindangnya pepohonan menyambut para peserta. Pulau kecil yang tenang itu mendadak berubah menjadi ruang perayaan yang dipenuhi semangat kebangsaan.

Pendidikan Formal Calon Ketua PBNU Disorot, Mampukah Jadi Modal Menuju NU Abad Kedua?

Nuansa budaya langsung terasa ketika para pesilat dari Bandrong Banten Indonesia DPD Kota Cilegon menampilkan atraksi pencak silat. Gerakan yang tegas dan penuh makna menjadi pengingat bahwa budaya lokal bukan hanya warisan leluhur, melainkan identitas yang terus hidup di tengah masyarakat modern.

Suasana kemudian berubah lebih reflektif saat Pegiat Sejarah Banten, Abah Yadi, menyampaikan orasi budaya. Ia mengajak seluruh peserta memaknai kemerdekaan sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar mengenang perjuangan masa lalu. Menurutnya, menjaga budaya, memperkuat persatuan, dan melestarikan alam merupakan bagian dari wujud cinta kepada Indonesia.

Pesan tersebut tidak berhenti sebagai rangkaian kata. Seluruh peserta diajak turun langsung ke lapangan untuk melakukan aksi konservasi laut. Bersama para penyelam, mereka menanam terumbu karang sebagai upaya memulihkan ekosistem bawah laut yang menjadi rumah bagi berbagai biota.

Tak jauh dari lokasi transplantasi karang, puluhan tukik dilepas menuju habitat alaminya. Perlahan, anak-anak penyu itu bergerak mengikuti deburan ombak menuju laut lepas. Pemandangan sederhana itu justru menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam rangkaian kegiatan.

Setiap langkah kecil tukik menuju samudra seolah menjadi simbol harapan bahwa Indonesia tidak hanya diwariskan melalui sejarah perjuangan, tetapi juga lewat alam yang tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Yandri Susanto Ajak 750 Wisudawan UIN Banten Jadi Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Pemburu Kerja

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan.

Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kekayaan alam Indonesia, terutama wilayah laut.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk Pemerintah Kota Cilegon yang hadir langsung dalam peringatan HUT RI ke-81 di kawasan Pulau Merak Besar.

“Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Bapak Wali Kota yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan pembentangan bendera Merah Putih di perairan Pulau Merak Besar,” ujar Wawan, Senin, 17 Agustus 2026.

Sebelum pembentangan bendera dilakukan, peserta lebih dahulu melaksanakan sejumlah kegiatan konservasi. Aksi tersebut meliputi penanaman atau transplantasi karang serta pelepasan tukik dan penyu ke habitatnya. Langkah itu menjadi simbol bahwa semangat nasionalisme harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Rektor UIN Banten Beri Instruksi Tegas, Mahasiswa Kukerta Internasional di Filipina Wajib Catat Semua Pengalaman

Menurut Wawan, Indonesia memiliki wilayah laut yang luas dan menyimpan kekayaan hayati yang harus dijaga bersama. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa mampu menggerakkan kesadaran masyarakat agar semakin peduli terhadap kelestarian alam.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai simbol semata. Semoga mampu mengajak masyarakat bersama-sama menjaga alam dan ekosistem laut untuk masa depan,” katanya.

Ia menambahkan, menjaga lingkungan bukan hanya untuk kepentingan masyarakat saat ini. Lebih dari itu, upaya tersebut merupakan investasi bagi generasi penerus agar tetap dapat menikmati kekayaan alam Indonesia di masa mendatang.

Dalam kesempatan itu, Wawan juga menjelaskan bahwa kegiatan pengibaran bendera di laut telah menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan dalam beberapa tahun terakhir. Pada pelaksanaan sebelumnya, pengibaran dilakukan di kawasan Pulau Sangiang dengan mengibarkan Merah Putih dari dasar laut hingga ke permukaan.

Sementara pada tahun ini, konsep kegiatan dilakukan melalui pembentangan bendera di permukaan laut Pulau Merak Besar.

Menurutnya, konsep tersebut tetap membawa pesan yang sama, yakni mengajak masyarakat menjaga Indonesia dengan memulai dari pelestarian alam dan ekosistem laut.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon, Robinsar, memberikan apresiasi atas inisiatif Lanal Banten yang menggabungkan semangat nasionalisme dengan aksi pelestarian lingkungan. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki dampak positif, baik terhadap lingkungan maupun pengembangan potensi wisata bahari di wilayah Cilegon.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Lanal Banten yang telah menyelenggarakan pembentangan bendera Merah Putih di laut, pelepasan tukik, serta kegiatan konservasi lainnya,” ujar Robinsar.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus diselenggarakan setiap tahun dan menjangkau lebih banyak lokasi wisata bahari di Kota Cilegon. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat memperkuat promosi destinasi wisata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Robinsar juga menilai Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. Karena itu, Pemerintah Kota Cilegon terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah pusat agar pembangunan fasilitas pendukung dapat segera direalisasikan.

Menurutnya, peningkatan sarana dan prasarana menjadi salah satu langkah penting untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang datang. Dengan fasilitas yang memadai, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan pulau-pulau di Cilegon akan terus meningkat.

“Pemerintah daerah akan terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar pengembangan kawasan wisata dapat berjalan sesuai kewenangan masing-masing,” tegasnya.

Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus tetap menjaga kelestarian alam.

Melalui peringatan HUT RI ke 81 ini, semangat cinta Tanah Air tidak hanya diwujudkan melalui pengibaran bendera Merah Putih, tetapi juga lewat aksi nyata menjaga laut sebagai warisan bangsa. Pesan yang dibawa dari Pulau Merak Besar pun jelas, yaitu kemerdekaan harus diiringi tanggung jawab untuk merawat alam Indonesia demi generasi yang akan datang.***

× Advertisement
× Advertisement