Advertisement
Serang

RS Mata Achmad Wardi Tancap Gas Kejar Akreditasi Kemenkes, Siap Lahirkan SDM Kesehatan Kelas Nasional

Tim asesor Kemenkes RI melakukan visitasi akreditasi di Achmad Wardi Training Center (AWTC), Banten, Rabu, 1 April 2026
Tim asesor Kemenkes RI melakukan visitasi akreditasi di Achmad Wardi Training Center (AWTC), Banten, Rabu, 1 April 2026

KILAS BANTEN – Rumah Sakit Mata Achmad Wardi BWI-DD di Provinsi Banten mengambil langkah cepat dan strategis. Rumah sakit ini menggenjot peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan melalui proses akreditasi resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

Melalui unit semi otonomnya, Achmad Wardi Training Center (AWTC), rumah sakit tersebut menjalani visitasi akreditasi pada Rabu, 1 April 2026. Tim asesor dari Direktorat Mutu SDM Kesehatan turun langsung untuk menilai kesiapan lembaga pelatihan itu.

 

Proses ini menjadi penentu penting. Hasilnya akan menentukan kelayakan AWTC sebagai institusi pelatihan tenaga kesehatan yang terakreditasi secara nasional.

Jadwal Bupati Serang Bertemu Komunitas Musik Jalanan Hari Ini, Bakal Bahas Masa Depan Seni Kreatif di Pendopo

 

Tim asesor melakukan penilaian menyeluruh. Mereka mengevaluasi tiga aspek utama. Pertama, administrasi dan manajemen lembaga. Kedua, kualitas pelayanan pelatihan, termasuk kurikulum dan kompetensi pengajar. Ketiga, kelengkapan sarana dan prasarana pendukung.

 

Langkah akreditasi ini juga menjadi bentuk kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Aturan tersebut mewajibkan setiap lembaga pelatihan tenaga kesehatan memiliki akreditasi resmi. Tanpa status itu, lembaga tidak boleh menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi.

 

11 Santri Resmi Dikukuhkan Jadi Anggota Pagar Nusa di Kota Serang, PCNU Beri Pesan Tegas: Jaga Akhlak, Marwah Pesantren, dan NKRI

Direktur Mutu SDM Kesehatan Kemenkes RI, dr. Yudhi Pramono, MARS, menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar formalitas. Ia menyebut, proses ini merupakan bentuk tanggung jawab terhadap kualitas tenaga kesehatan di Indonesia.

 

“Lembaga diklat yang terakreditasi memiliki tanggung jawab besar. Salah satunya adalah kewajiban menyelenggarakan minimal dua pelatihan gratis setiap tahun bagi tenaga kesehatan di seluruh Indonesia,” ujar dr. Yudhi dalam keterangannya, Kamis, 2 April 2026.

 

Ia menambahkan, setiap lembaga pelatihan harus memiliki keunggulan tersendiri. Ciri khas tersebut dinilai penting agar kontribusi terhadap peningkatan kompetensi tenaga kesehatan bisa lebih merata dan tepat sasaran.

Jadwal Wakil Bupati Serang Hari Ini: Muhammad Najib Hamas Buka Seminar Salimah hingga Tebar Ribuan Benih Ikan Nila di Situ Cibanten

 

Sementara itu, Direktur Utama RS Mata Achmad Wardi, dr. Pradipta Suarsyaf, menyambut positif proses visitasi ini. Ia mengapresiasi pendampingan yang diberikan oleh tim Kemenkes selama tahapan akreditasi berlangsung.

 

Menurutnya, pengembangan AWTC menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam mengusung nilai dasar “Proedusocio”. Nilai ini menekankan tiga aspek utama, yakni profesionalisme, pendidikan, dan sosial.

 

“Aspek pendidikan menjadi pilar penting bagi kami. Kami tidak hanya fokus pada pelayanan klinis, tetapi juga ingin berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan,” kata dr. Pradipta.

 

Ia menjelaskan, konsep tersebut sejalan dengan semangat wakaf yang menjadi fondasi rumah sakit. Wakaf, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan. Lebih dari itu, wakaf juga mendorong pengembangan SDM secara berkelanjutan sebagai bentuk amal jariyah.

 

Sebagai rumah sakit mata berbasis wakaf pertama di Indonesia, RS Mata Achmad Wardi memegang peran strategis. Rumah sakit ini tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan, tetapi juga memperluas kontribusi melalui pendidikan dan pelatihan tenaga medis.

 

Untuk mengejar akreditasi paripurna, AWTC telah menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya dengan membentuk tim Audit Mutu Internal (AMI). Tim ini bertugas memastikan seluruh standar operasional berjalan konsisten dan berkelanjutan.

 

Selain itu, penguatan kurikulum terus dilakukan. Kompetensi tenaga pengajar juga ditingkatkan secara berkala. Di sisi lain, fasilitas pelatihan terus dikembangkan agar mendukung proses belajar yang modern dan efektif.

 

Langkah ini sejalan dengan program transformasi sistem kesehatan nasional. Pemerintah saat ini fokus pada peningkatan kualitas SDM kesehatan. Tujuannya jelas, yakni menciptakan layanan kesehatan yang merata dan terjangkau di seluruh wilayah Indonesia.

 

Dengan proses akreditasi ini, RS Mata Achmad Wardi menargetkan posisi strategis sebagai pusat pelatihan kesehatan unggulan. Tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di level internasional.

 

Ke depan, AWTC diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di berbagai daerah. Melalui pelatihan berkualitas, lembaga ini menargetkan lahirnya tenaga medis yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global di sektor kesehatan.

 

Langkah progresif ini menjadi sinyal kuat. RS Mata Achmad Wardi tidak hanya berbenah, tetapi juga bersiap mengambil peran besar dalam mencetak SDM kesehatan unggul bagi Indonesia.***

× Advertisement
× Advertisement