Sungai KILAS BANTEN – Warga yang bermukim di sepanjang aliran anak sungai mulai dari Komplek BMS, Cipocok Jaya, hingga kawasan Terminal Pakupatan, Kota Serang, melaporkan adanya dugaan pencemaran lingkungan yang serius.
Selama hampir sepekan terakhir, aroma menyengat yang menyerupai bau bangkai bercampur gas tercium kuat dari aliran sungai tersebut, terutama saat cuaca panas dan angin bertiup kencang ke arah pemukiman warga.
Kondisi ini telah mengganggu aktivitas harian warga dan mulai berdampak pada kesehatan fisik masyarakat sekitar.
Aroma tajam tersebut dilaporkan menyebabkan gangguan berupa rasa pusing bagi warga yang menghirupnya dalam waktu lama.
Salah seorang warga, Opi, mengungkapkan bahwa masyarakat sudah mencoba menelusuri sumber bau tersebut karena awalnya menduga adanya bangkai hewan yang membusuk.
Namun, kata Opi, setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan adanya bangkai di sepanjang aliran sungai.
“Baunya sudah hampir seminggu, seperti bau bangkai sampai bikin pusing. Apalagi kalau cuaca panas dan berangin, baunya makin menyengat,” ujar Opi saat memberikan keterangan mengenai kondisi lingkungan di wilayahnya.
Ia juga menambahkan bahwa keluhan ini dirasakan secara luas oleh penduduk di titik-titik aliran sungai yang berbeda.
“Sudah dicek dari ujung ke ujung, tidak ada bangkai. Warga di Perumahan BMS juga mengeluhkan hal yang sama,” tegasnya, Senin 4 Mei 2026.
Meskipun bau yang ditimbulkan sangat tajam dan menusuk, secara kasat mata kondisi air sungai terlihat normal dan tidak menunjukkan perubahan warna yang ekstrem.
Hal inilah yang justru menambah kekhawatiran warga akan adanya kandungan limbah berbahaya yang tidak kasat mata.
Dugaan pencemaran semakin kuat setelah warga menemukan sejumlah ikan sapu-sapu yang mati di aliran sungai tersebut.
Mengingat ikan sapu-sapu dikenal memiliki daya tahan hidup yang tinggi di air dengan kualitas rendah, kematian massal ini dianggap sebagai sinyal adanya polutan berbahaya.
“Kalau ikan sapu-sapu saja bisa mati, kami curiga ada limbah yang mencemari,” ungkap Opi.
Ia juga menegaskan keheranannya karena air sungai secara visual tidak tampak tercemar.
“Airnya kelihatan biasa saja, tapi baunya sangat menyengat,” imbuhnya.
Hingga kini, masyarakat di wilayah Cipocok Jaya dan Kemang Patung masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah.
Warga mendesak agar instansi terkait segera melakukan pengecekan laboratorium terhadap kualitas air sungai dan mengidentifikasi sumber bau guna mencegah dampak kesehatan yang lebih luas.
Penanganan segera dinilai sangat penting agar pencemaran tidak semakin meluas dan sumber polusi dapat segera dihentikan demi menjaga keamanan lingkungan hidup masyarakat Kota Serang.***