KILAS BANTEN – Warga yang bermukim di sepanjang aliran anak sungai mulai dari Komplek BMS, Cipocok Jaya, hingga kawasan Terminal Pakupatan, Kota Serang, melaporkan adanya dugaan pencemaran lingkungan yang serius.
Selama hampir sepekan terakhir, aroma menyengat yang menyerupai bau bangkai bercampur gas tercium kuat dari aliran sungai tersebut, terutama saat cuaca panas dan angin bertiup kencang ke arah pemukiman warga.
Kondisi ini telah mengganggu aktivitas harian warga dan mulai berdampak pada kesehatan fisik masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Aroma tajam tersebut dilaporkan menyebabkan gangguan berupa rasa pusing bagi warga yang menghirupnya dalam waktu lama.
Salah seorang warga, Opi, mengungkapkan bahwa masyarakat sudah mencoba menelusuri sumber bau tersebut karena awalnya menduga adanya bangkai hewan yang membusuk.
Namun, kata Opi, setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan adanya bangkai di sepanjang aliran sungai.
“Baunya sudah hampir seminggu, seperti bau bangkai sampai bikin pusing. Apalagi kalau cuaca panas dan berangin, baunya makin menyengat,” ujar Opi saat memberikan keterangan mengenai kondisi lingkungan di wilayahnya.
Ia juga menambahkan bahwa keluhan ini dirasakan secara luas oleh penduduk di titik-titik aliran sungai yang berbeda.
“Sudah dicek dari ujung ke ujung, tidak ada bangkai. Warga di Perumahan BMS juga mengeluhkan hal yang sama,” tegasnya, Senin 4 Mei 2026.
Meskipun bau yang ditimbulkan sangat tajam dan menusuk, secara kasat mata kondisi air sungai terlihat normal dan tidak menunjukkan perubahan warna yang ekstrem.
Penulis : Taman
Halaman : 1 2 Selanjutnya
















