Hal inilah yang justru menambah kekhawatiran warga akan adanya kandungan limbah berbahaya yang tidak kasat mata.
Dugaan pencemaran semakin kuat setelah warga menemukan sejumlah ikan sapu-sapu yang mati di aliran sungai tersebut.
Mengingat ikan sapu-sapu dikenal memiliki daya tahan hidup yang tinggi di air dengan kualitas rendah, kematian massal ini dianggap sebagai sinyal adanya polutan berbahaya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau ikan sapu-sapu saja bisa mati, kami curiga ada limbah yang mencemari,” ungkap Opi.
Ia juga menegaskan keheranannya karena air sungai secara visual tidak tampak tercemar.
“Airnya kelihatan biasa saja, tapi baunya sangat menyengat,” imbuhnya.
Hingga kini, masyarakat di wilayah Cipocok Jaya dan Kemang Patung masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah.
Warga mendesak agar instansi terkait segera melakukan pengecekan laboratorium terhadap kualitas air sungai dan mengidentifikasi sumber bau guna mencegah dampak kesehatan yang lebih luas.
Penanganan segera dinilai sangat penting agar pencemaran tidak semakin meluas dan sumber polusi dapat segera dihentikan demi menjaga keamanan lingkungan hidup masyarakat Kota Serang.***
Penulis : Taman
Halaman : 1 2
















