Petugas Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pendataan kepada pelaku usaha dalam rangka pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan berbasis data.KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Pendataan yang dilakukan setiap 10 tahun ini dinilai menjadi langkah penting dalam menentukan arah pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Pemkot Tangerang menegaskan bahwa keberhasilan sensus sangat bergantung pada keakuratan data yang diberikan oleh pelaku usaha. Semakin lengkap dan valid informasi yang dihimpun, semakin tepat pula kebijakan pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengatakan partisipasi masyarakat merupakan kunci utama untuk menghasilkan data ekonomi yang berkualitas.
“Sensus Ekonomi menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai program pembangunan. Semakin akurat data yang diberikan, semakin tepat pula kebijakan yang dihasilkan,” ujar Mugiya, Jumat (3/7/2026).
Menurut Mugiya, hasil Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya berfungsi sebagai data statistik. Informasi yang terkumpul akan menjadi landasan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, merancang strategi pertumbuhan ekonomi, hingga menentukan program yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 akan memotret berbagai sektor usaha secara menyeluruh. Pendataan mencakup struktur perekonomian, karakteristik pelaku usaha, perkembangan ekonomi digital, hingga aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan aspek lingkungan.
Data tersebut akan menjadi referensi penting bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran. Dengan data terbaru, kebijakan yang diterapkan diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Mugiya juga menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam dunia usaha selama satu dekade terakhir. Menurutnya, kemajuan teknologi telah mengubah pola bisnis secara signifikan. Kehadiran platform e-commerce, layanan teknologi finansial (fintech), serta semakin luasnya penggunaan sistem pembayaran digital menunjukkan bahwa perekonomian terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.
“Dalam 10 tahun terakhir telah terjadi banyak perubahan, mulai dari berkembangnya e-commerce, fintech, hingga meningkatnya penggunaan pembayaran digital. Karena itu, pemerintah membutuhkan data terbaru yang mencerminkan kondisi dunia usaha saat ini,” jelasnya.
Perubahan tersebut membuat pemerintah harus memperbarui basis data ekonomi agar setiap kebijakan yang disusun tetap relevan. Data yang akurat juga membantu pemerintah mengidentifikasi peluang pertumbuhan ekonomi sekaligus memahami tantangan yang dihadapi pelaku usaha di berbagai sektor.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan menjangkau seluruh jenis usaha, mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga perusahaan berskala besar di seluruh Indonesia. Melalui pendataan yang menyeluruh, pemerintah berharap memperoleh gambaran utuh mengenai aktivitas ekonomi nasional, termasuk perkembangan usaha di Kota Tangerang.
Pemkot Tangerang mengimbau seluruh pelaku usaha untuk memberikan informasi yang benar kepada petugas resmi BPS saat proses pendataan berlangsung. Kejujuran dalam menyampaikan data dinilai akan memberikan manfaat besar karena menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan strategis.
Selain mendukung perencanaan pembangunan, hasil Sensus Ekonomi 2026 juga akan menjadi acuan dalam menyusun program pemberdayaan UMKM, meningkatkan investasi, memperkuat ekosistem ekonomi digital, hingga menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.
Mugiya menegaskan bahwa setiap data yang dihimpun memiliki nilai penting bagi masa depan pembangunan Kota Tangerang. Oleh karena itu, dukungan seluruh masyarakat dan pelaku usaha sangat dibutuhkan agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan optimal.
“Data yang diberikan akan menjadi fondasi dalam menyusun kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang,” tutup Mugiya.***