Kota Tangerang Raih Predikat Penampil Terbaik di Karnaval Budaya Nusantara APEKSI XVIII

Kilas Banten
5 Jul 2026 08:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Kota Tangerang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kontingen Kota Tangerang berhasil meraih penghargaan Penampil Terbaik Non-Ranking dalam Karnaval Budaya Nusantara yang menjadi bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII di Kota Medan.

 

Pemerintah Kota Medan memberikan penghargaan tersebut kepada lima daerah yang dinilai mampu menyuguhkan penampilan terbaik sepanjang pelaksanaan karnaval budaya. Dewan juri menetapkan pemenang berdasarkan kesesuaian tema, kreativitas penyajian, serta ketertiban peserta selama mengikuti parade.

 

Selain Kota Tangerang, penghargaan serupa juga diterima Kota Semarang, Kota Jambi, Kota Bandung, dan Kota Malang. Kelima kota tersebut dinilai berhasil menampilkan kekayaan budaya daerah secara kreatif sekaligus memperlihatkan keberagaman budaya Indonesia dalam satu panggung nasional.

 

Pada tahun ini, Karnaval Budaya Nusantara mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat.” Tema tersebut menjadi pedoman seluruh peserta dalam menghadirkan pertunjukan budaya yang mencerminkan identitas daerah sekaligus semangat persatuan bangsa.

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih kontingen Kota Tangerang. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang telah mempersiapkan penampilan secara maksimal.

 

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga Medan dan seluruh peserta yang hadir. Penampilan kontingen Kota Tangerang kali ini memang dipersiapkan matang agar bisa menyampaikan pesan budaya yang kuat sekaligus menghibur,” ujar Boyke, Minggu, 5 Juli 2026.

 

Boyke menjelaskan, konsep pertunjukan yang dibawakan kontingen Kota Tangerang dirancang untuk mengangkat kekayaan budaya lokal.

 

Seluruh elemen pertunjukan disesuaikan dengan tema besar Rakernas APEKSI XVIII sehingga mampu menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga budaya di tengah pembangunan kota yang semakin maju.

 

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab para seniman. Pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam menghadirkan ruang promosi bagi budaya lokal agar semakin dikenal masyarakat luas.

 

Selama parade berlangsung, kontingen Kota Tangerang menampilkan beragam unsur budaya daerah dengan kemasan yang atraktif. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi karnaval. Kreativitas para seniman, kostum yang menarik, serta disiplin peserta menjadi nilai lebih dalam proses penilaian dewan juri.

 

Boyke menilai penghargaan tersebut bukan sekadar apresiasi atas sebuah pertunjukan budaya. Lebih dari itu, penghargaan ini menjadi bukti bahwa potensi budaya yang dimiliki Kota Tangerang mampu bersaing di tingkat nasional.

 

Ia berharap capaian tersebut dapat memperkuat promosi budaya daerah sekaligus memperkenalkan identitas Kota Tangerang kepada masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia.

 

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kota Tangerang. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelaku seni di Kota Tangerang untuk terus berinovasi dalam melestarikan dan mengenalkan potensi budaya daerah di kancah nasional,” kata Boyke.

 

Rakernas APEKSI merupakan agenda tahunan yang mempertemukan pemerintah kota dari seluruh Indonesia. Selain menjadi forum pembahasan isu pembangunan perkotaan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah promosi budaya, seni, pariwisata, dan potensi unggulan dari masing-masing daerah melalui Karnaval Budaya Nusantara.

 

Keikutsertaan Kota Tangerang dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pelestarian budaya. Berbagai ajang nasional dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan karya para pelaku seni sekaligus memperluas promosi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

 

Keberhasilan di Kota Medan juga membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, dan masyarakat mampu menghasilkan pertunjukan budaya yang berkualitas serta mendapat pengakuan di tingkat nasional.

 

Prestasi tersebut semakin memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai salah satu daerah yang aktif menjaga warisan budaya sekaligus mempromosikannya kepada masyarakat Indonesia. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya inovasi baru dari para pelaku seni sehingga budaya lokal terus berkembang dan menjadi kebanggaan daerah di masa mendatang.***