KILAS BANTEN – Semangat toleransi dan kebangsaan menggema di Karawang saat komunitas GUSDURian menggelar peringatan Haul ke-16 Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Acara tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al Hijaz, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Sabtu malam, 27 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk merawat nilai kemanusiaan, keberagaman, dan persatuan bangsa.
Haul Gus Dur ke 16 di Karawang berlangsung khidmat. Ratusan jamaah dan tamu undangan memadati area pesantren sejak awal acara. Sejumlah tokoh penting daerah turut hadir. Di antaranya Ketua DPRD Karawang H Endang Sodikin, KH Ade Fatahillah, KH Emay Ahmad Maehi, Gus Wahid Roesdy, perwakilan Polres Karawang, serta para tokoh lintas agama. Kehadiran mereka memperlihatkan wajah Indonesia yang beragam dan saling menghormati.
Koordinator GUSDURian Karawang, Ahmad Rohiman, menegaskan bahwa haul ini tidak sekadar mengenang wafatnya Gus Dur. Menurut dia, peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai perjuangan Gus Dur dalam kehidupan sehari-hari. Nilai itu mencakup toleransi, pembelaan terhadap kelompok lemah, dan komitmen pada persatuan nasional.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Gus Dur bukan hanya milik Nahdlatul Ulama. Gus Dur adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Melalui haul ini, kami ingin terus merawat semangat kebangsaan, keberagaman, dan kemanusiaan yang beliau wariskan,” ujar Ahmad Rohiman.
Rohiman menjelaskan, Gus Dur selama hidupnya memberikan teladan nyata dalam merawat perbedaan. Gus Dur dikenal konsisten membela kelompok minoritas dan memperjuangkan hak asasi manusia. Ia juga aktif membangun dialog lintas iman demi menciptakan kehidupan berbangsa yang damai. Nilai-nilai tersebut, kata Rohiman, terus dijaga dan disebarkan oleh jaringan Gusdurian di berbagai daerah.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 Selanjutnya















