Di Haul Gus Dur ke-16, GUSDURian Karawang Serukan Toleransi Jangan Pernah Padam

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh lintas agama dan masyarakat menghadiri peringatan Haul Gus Dur ke-16 yang digelar Gusdurian Karawang di Pondok Pesantren Al Hijaz, Klari, Karawang.

i

Tokoh lintas agama dan masyarakat menghadiri peringatan Haul Gus Dur ke-16 yang digelar Gusdurian Karawang di Pondok Pesantren Al Hijaz, Klari, Karawang.

KILAS BANTEN – Semangat toleransi dan kebangsaan menggema di Karawang saat komunitas GUSDURian menggelar peringatan Haul ke-16 Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Acara tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al Hijaz, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Sabtu malam, 27 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk merawat nilai kemanusiaan, keberagaman, dan persatuan bangsa.

Haul Gus Dur ke 16 di Karawang berlangsung khidmat. Ratusan jamaah dan tamu undangan memadati area pesantren sejak awal acara. Sejumlah tokoh penting daerah turut hadir. Di antaranya Ketua DPRD Karawang H Endang Sodikin, KH Ade Fatahillah, KH Emay Ahmad Maehi, Gus Wahid Roesdy, perwakilan Polres Karawang, serta para tokoh lintas agama. Kehadiran mereka memperlihatkan wajah Indonesia yang beragam dan saling menghormati.

Koordinator GUSDURian Karawang, Ahmad Rohiman, menegaskan bahwa haul ini tidak sekadar mengenang wafatnya Gus Dur. Menurut dia, peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai perjuangan Gus Dur dalam kehidupan sehari-hari. Nilai itu mencakup toleransi, pembelaan terhadap kelompok lemah, dan komitmen pada persatuan nasional.

“Gus Dur bukan hanya milik Nahdlatul Ulama. Gus Dur adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Melalui haul ini, kami ingin terus merawat semangat kebangsaan, keberagaman, dan kemanusiaan yang beliau wariskan,” ujar Ahmad Rohiman.

Rohiman menjelaskan, Gus Dur selama hidupnya memberikan teladan nyata dalam merawat perbedaan. Gus Dur dikenal konsisten membela kelompok minoritas dan memperjuangkan hak asasi manusia. Ia juga aktif membangun dialog lintas iman demi menciptakan kehidupan berbangsa yang damai. Nilai-nilai tersebut, kata Rohiman, terus dijaga dan disebarkan oleh jaringan Gusdurian di berbagai daerah.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forum Nasional di Cirebon, Dekan FUDA UIN Banten Soroti Masa Depan Adab dan Humaniora di Tengah Gempuran Era Siber
KKN Nusantara 2026 Bidik Kawasan Baduy dan Leuwidamar, PTKIN Se-Indonesia Turun Langsung Petakan Potensi Adat Masyarakat
Leuwidamar Jadi Sorotan Nasional, PTKIN Se-Indonesia Siapkan KKN Nusantara 2026 di Tanah Baduy
KKN Nusantara 2026 Bakal Digelar di Pedalaman Baduy Banten, Mahasiswa Siap Tinggal 40 Hari untuk Belajar Budaya Adat
Gelombang Buruh Serang-Tangerang Padati Monas, KSPN Nikomas Gemilang Serukan Tuntutan di Hadapan Presiden
Benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga, UIN Banten Perkuat Upaya Layanan Informasi Publik dan Akuntabilitas Kampus
Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata
Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi
Haul Gus Dur ke-16 di Karawang menjadi momentum penting bagi komunitas Gusdurian untuk meneguhkan nilai toleransi, kemanusiaan, dan kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:00

Forum Nasional di Cirebon, Dekan FUDA UIN Banten Soroti Masa Depan Adab dan Humaniora di Tengah Gempuran Era Siber

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:15

KKN Nusantara 2026 Bidik Kawasan Baduy dan Leuwidamar, PTKIN Se-Indonesia Turun Langsung Petakan Potensi Adat Masyarakat

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:53

Leuwidamar Jadi Sorotan Nasional, PTKIN Se-Indonesia Siapkan KKN Nusantara 2026 di Tanah Baduy

Senin, 11 Mei 2026 - 22:34

KKN Nusantara 2026 Bakal Digelar di Pedalaman Baduy Banten, Mahasiswa Siap Tinggal 40 Hari untuk Belajar Budaya Adat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:00

Gelombang Buruh Serang-Tangerang Padati Monas, KSPN Nikomas Gemilang Serukan Tuntutan di Hadapan Presiden

Berita Terbaru