HPN 2026, Menkomdigi Meutya: Pemerintah Siapkan Regulasi AI demi Menyelamatkan Masa Depan Pers Nasional

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan sambutan dalam Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional 2026 di Aston Serang Hotel & Convention Center, Banten, Minggu, 8 Februari 2026

i

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan sambutan dalam Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional 2026 di Aston Serang Hotel & Convention Center, Banten, Minggu, 8 Februari 2026

KILAS BANTEN – Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi panggung penting bagi masa depan industri pers Indonesia. Forum nasional ini digelar di Aston Serang Hotel & Convention Center, Banten, Minggu, 8 Februari 2026. Mengusung tema “Pers, AI dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik”, acara ini menyoroti tantangan serius yang dihadapi jurnalisme di era kecerdasan buatan.

 

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menegaskan bahwa perkembangan artificial intelligence atau AI membawa peluang sekaligus ancaman nyata bagi keberlangsungan pers.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurutnya, dunia jurnalistik tidak bisa menghindar dari perubahan teknologi dan harus mampu beradaptasi agar tetap relevan.

Baca Juga  Panasnya Konflik PBNU, IKA PMII Turun Gunung Dorong Muktamar Bersama demi Selamatkan Persatuan NU

 

“Setiap tahun, konferensi dalam rangka Hari Pers Nasional selalu menghadirkan diskusi yang kontekstual. Tahun ini, topiknya sangat relevan dengan kondisi kekinian, yaitu bagaimana menjaga jurnalisme tetap berkelanjutan di tengah pesatnya perkembangan artificial intelligence,” ujar Meutya.

 

Ia mengakui bahwa kehadiran AI memunculkan berbagai kekhawatiran, terutama terkait perlindungan karya jurnalistik. Banyak produk jurnalistik kini rentan diambil, diolah, bahkan digunakan ulang oleh teknologi berbasis AI tanpa izin maupun penghargaan terhadap hak cipta media.

 

Pemerintah, kata Meutya, tidak tinggal diam menghadapi situasi tersebut. Ia menegaskan komitmen negara untuk membantu industri pers bertahan dan berkembang di tengah disrupsi digital. Salah satu langkah konkret yang sedang disiapkan adalah regulasi terkait kecerdasan buatan.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045
Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta
Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa
Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan
Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah
Himbauan Mudik 2026, Dewan Pembina DPP Biwali KH Matin Syarkowi Ingatkan Bahaya Ngebut: Nyawa Taruhannya
Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026 di Kota Serang membahas tantangan AI bagi jurnalisme. Pemerintah menyiapkan regulasi, termasuk publisher right, demi menjaga keberlanjutan pers nasional

Berita Terkait

-

Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

-

Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta

-

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T

-

PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029

-

Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa

Berita Terbaru