KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mengajak seluruh pelaku usaha untuk segera berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui layanan pengisian data secara daring.
Sistem ini dihadirkan untuk mempercepat proses pendataan sekaligus mempermudah pelaku usaha menyampaikan informasi usahanya tanpa harus menunggu kedatangan petugas.
Kepala BPS Kota Tangerang, Muladi Widastomo, mengatakan metode pengisian secara online menjadi salah satu inovasi utama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi tahun ini. Melalui layanan tersebut, pelaku usaha memiliki keleluasaan menentukan waktu pengisian data sehingga proses pendataan dapat berlangsung lebih efisien.
“Pemkot Tangerang mengajak seluruh pelaku usaha memanfaatkan fasilitas pengisian data secara online. Semakin cepat data diisi, semakin cepat pula proses pendataan dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Muladi, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pengisian mandiri dilakukan menggunakan metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI). Dalam sistem ini, BPS akan mengirimkan tautan kuesioner resmi kepada responden melalui aplikasi WhatsApp maupun surat elektronik (email). Pelaku usaha cukup membuka tautan tersebut dan mengisi seluruh informasi sesuai kondisi usahanya.
Selain layanan pengisian mandiri, BPS juga menghadirkan program CAWI Bersama atau Ngisi Bareng (Ngibar). Program ini ditujukan bagi pelaku usaha yang ingin memperoleh pendampingan secara langsung saat mengisi kuesioner.
Melalui kegiatan tersebut, responden dapat datang ke lokasi yang telah ditentukan untuk mengisi data bersama petugas BPS. Pendampingan ini diharapkan membantu pelaku usaha memahami setiap pertanyaan sehingga informasi yang diberikan lebih lengkap dan akurat.
Meski mengedepankan layanan digital, BPS tetap menyiapkan mekanisme pendataan secara langsung bagi pelaku usaha yang belum mengisi data melalui sistem online. Petugas resmi akan mendatangi lokasi usaha dan melakukan wawancara secara door to door.
“Apabila pelaku usaha belum mengisi data secara online, petugas resmi BPS akan melakukan pendataan secara langsung atau door-to-door. Pendataan lapangan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 untuk memastikan seluruh usaha yang menjadi sasaran sensus dapat terdata dengan baik,” kata Muladi.
Dalam Sensus Ekonomi 2026, BPS akan menghimpun berbagai informasi penting mengenai aktivitas usaha. Data yang dikumpulkan mencakup identitas usaha, bidang usaha, jumlah tenaga kerja, pemanfaatan internet dalam operasional bisnis, hingga informasi ekonomi seperti pendapatan, pengeluaran, dan nilai aset.
Seluruh data tersebut memiliki peran strategis dalam menggambarkan kondisi perekonomian nasional maupun daerah. Hasil sensus juga akan digunakan untuk memetakan karakteristik dunia usaha, mengukur perkembangan ekonomi digital, serta menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan penguatan sektor ekonomi.
BPS menegaskan bahwa keamanan data responden menjadi prioritas selama proses pendataan berlangsung. Karena itu, pelaku usaha diminta hanya mengakses tautan resmi yang dikirimkan oleh BPS. Masyarakat juga diimbau memastikan identitas petugas apabila menerima kunjungan pendataan di lokasi usaha guna menghindari potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Muladi berharap seluruh pelaku usaha di Kota Tangerang dapat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, tingkat partisipasi yang tinggi akan menghasilkan data yang semakin berkualitas sehingga pemerintah memiliki landasan yang kuat dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan pembangunan di masa mendatang.
“Kami mengajak seluruh pelaku usaha di Kota Tangerang untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026, baik melalui pengisian mandiri secara online maupun saat menerima kunjungan petugas resmi BPS. Data yang akurat akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah,” tutupnya.***

