Advertisement
Serang

Wali Kota Budi Rustandi: Serang Mengaji Bukan Sekadar Program, tetapi Ikhtiar Membangun Generasi Berakhlak

Serang Mengaji
Serang Mengaji

KILAS BANTEN – Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan Program Serang Mengaji tidak sekadar menjadi kegiatan membaca Al-Qur’an di sekolah, tetapi merupakan ikhtiar Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk membangun generasi yang berakhlak, religius, dan berkarakter.

Hal itu disampaikan Budi usai membuka Program Serang Mengaji yang dirangkaikan dengan tadarus Al-Qur’an dan pembekalan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMPN 9 Kota Serang, Rabu 15 Juli 2026.

Menurut Budi, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk karakter peserta didik melalui penguatan nilai-nilai agama sejak dini.

“Memulai tahun ajaran baru dengan membaca dan bertadarus Al-Qur’an adalah langkah yang sangat baik,” katanya.

“Kita ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa menuntut ilmu bukan hanya untuk meraih prestasi akademik, tetapi juga untuk membentuk akhlak mulia, karakter yang kuat, dan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” kata Budi.

BOS Kabupaten Serang Dipastikan Bersih, Kadindikbud Ultimatum Kepala Sekolah: Siap Terima Sanksi Pidana Jika Langgar Aturan

Ia mengatakan Program Serang Mengaji kembali diterapkan kepada peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027 dan pelaksanaannya akan dikoordinasikan oleh Satuan Tugas (Satgas) Serang Mengaji.

“Ini dalam rangka bagi murid baru, kita masukkan Program Serang Mengaji lagi. Mudah-mudahan program ini berjalan baik dan lancar,” ujarnya.

Budi menjelaskan, target pelaksanaan tahun ini masih akan dipetakan oleh Satgas Serang Mengaji. Setelah proses pendataan selesai, hasilnya akan dilaporkan sebagai dasar penyusunan target program.

“Tahun kemarin capaiannya 98 persen. Tahun ini nanti dipetakan dulu. Ketua Satgas akan melaporkan data dan targetnya kepada saya,” katanya.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa Program Serang Mengaji lahir dari pengalaman pribadinya ketika masih belajar di sekolah dasar.

Wali Kota Serang Budi Rustandi Ingin Revisi Perda PUK Jerat Penjual Miras Ilegal hingga Online

Saat itu, ia harus mengikuti pendidikan di madrasah pada sore hari karena tidak mendapatkan pelajaran mengaji di sekolah.

“Dulu waktu saya SD tidak dapat pelajaran mengaji. Sepulang sekolah saya belajar di madrasah. Dari situlah saya bisa membaca Al-Qur’an karena ada guru yang mengajarkan,” tuturnya.

Pengalaman tersebut mendorongnya menghadirkan kebijakan agar seluruh anak di Kota Serang memiliki kesempatan mempelajari Al-Qur’an melalui sekolah.

“Karena saya punya kewenangan sebagai wali kota, kewenangan itu harus dipakai untuk kebaikan. Saya bukan hanya berjuang membangun infrastruktur, tetapi juga memperjuangkan pembangunan agama,” tegas Budi.

Ia juga menyampaikan bahwa Program Serang Mengaji mulai mendapat perhatian dari daerah lain. Bahkan, menurutnya, Gubernur Bengkulu pernah datang ke Kota Serang untuk mempelajari pelaksanaan program tersebut.

Isu Nikah Siri Tokoh Banten Masih Menjadi Perbincangan Publik

“Beliau datang menemui saya untuk menanyakan Program Serang Mengaji. Alhamdulillah kalau program ini bisa menjadi rujukan bagi daerah lain,” ujarnya.

Selain menyasar pelajar, Pemkot Serang berencana mengembangkan Program Serang Mengaji bagi aparatur sipil negara (ASN) melalui kolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Madani dan Satgas Serang Mengaji.

“Nanti kita akan arahkan juga untuk ASN. Ketua DKM Al-Madani juga masuk ke dalam Satgas Serang Mengaji supaya bisa berkolaborasi,” kata Budi.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari lahirnya generasi yang memiliki akhlak mulia dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.***

× Advertisement
× Advertisement