KILAS BANTEN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 Kabupaten Serang menuai kritik dari Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS). Organisasi tersebut memilih tidak menghadiri dialog kebangsaan dan saresehan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang karena menilai kegiatan itu belum menyentuh persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ketua Pimpinan Pusat HAMAS, Irhamullah, menilai peringatan lima abad Kabupaten Serang semestinya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan daerah, bukan hanya menghadirkan agenda yang bersifat seremonial.
Ia mempertanyakan urgensi penyelenggaraan saresehan ketika masih banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Menurutnya, anggaran kegiatan tersebut akan lebih bermanfaat apabila dialihkan untuk program yang langsung dirasakan warga.
“Dalam kondisi yang sangat sulit ini, ketika mengagendakan saresehan, lebih baik alokasi tersebut digunakan untuk kegiatan lainnya yang jelas manfaatnya terhadap masyarakat Kabupaten Serang,” ujar Irhamullah, Rabu (8/10/2026).
Menurutnya, usia Kabupaten Serang yang telah mencapai 500 tahun seharusnya menjadi titik refleksi terhadap capaian pembangunan. Ia menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan karena Kabupaten Serang dinilai belum mampu sejajar dengan sejumlah daerah lain.
Irhamullah juga menyoroti keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Ia berharap mahasiswa tidak hanya dijadikan pelengkap acara, melainkan benar-benar dilibatkan dalam pembahasan yang menghasilkan solusi atas persoalan daerah.
“Harusnya Kabupaten Serang melihat hal yang lebih substansi ataupun yang mampu membaca kondisi Kabupaten Serang pada saat ini,” katanya.
HAMAS mendorong pemerintah lebih banyak turun langsung ke tengah masyarakat. Menurut organisasi tersebut, kondisi warga di sejumlah wilayah masih membutuhkan perhatian serius sehingga harus menjadi prioritas kebijakan pemerintah.
Sorotan HAMAS juga tertuju pada penggunaan anggaran untuk penyelenggaraan saresehan. Meski belum mengetahui besaran anggaran yang digunakan, organisasi itu meminta Pemkab Serang menerapkan skala prioritas dalam setiap kegiatan.
Irhamullah menegaskan bahwa dana yang digunakan untuk kegiatan seremonial sebaiknya dialokasikan bagi kebutuhan masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di daerah terpencil.
“Ketika hari ini penggunaan anggaran di dalam agenda saresehan ini begitu besar, mungkin ada alokasi yang sangat penting. Lebih baik dialokasikan untuk masyarakat di wilayah terpencil,” tegasnya.
Ia secara khusus menyinggung kondisi masyarakat di Pulau Tunda, Pulau Panjang, dan Pulau Sangiang. Menurutnya, warga di kawasan tersebut masih membutuhkan perhatian pemerintah, terutama terkait pemenuhan hak-hak dasar dan pelayanan administrasi kependudukan.
HAMAS berharap kritik yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Serang. Organisasi itu menginginkan setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama generasi muda yang akan melanjutkan pembangunan daerah.
Irhamullah menegaskan bahwa peringatan lima abad Kabupaten Serang akan lebih bermakna apabila diikuti dengan langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Ia berharap masyarakat tidak hanya disuguhi rangkaian seremoni, tetapi juga dapat merasakan hasil pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Serang.***






