KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten terus memacu pembenahan tata kelola kelembagaan dan keuangan. Kampus ini mengundang pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk hadir dan memberikan arahan dalam Rapat Kerja (Raker) Universitas yang dijadwalkan berlangsung pada awal Februari 2026. Langkah ini menegaskan keseriusan UIN SMH Banten dalam membangun sistem pengelolaan yang transparan dan akuntabel.
Undangan tersebut disampaikan langsung oleh Rektor UIN SMH Banten Prof Muhammad Ishom bersama Wakil Rektor II saat bertemu Anggota VI BPK RI Fathan Subchi. Pertemuan berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026, dalam suasana dialog terbuka dan konstruktif. Dalam forum itu, pimpinan universitas memaparkan arah kebijakan kampus sekaligus meminta pendampingan strategis dari lembaga auditor negara.
Sebagai perguruan tinggi negeri berstatus Badan Layanan Umum (BLU), UIN SMH Banten memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan. Namun, fleksibilitas tersebut menuntut disiplin tinggi dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pertanggungjawaban anggaran. Karena itu, keterlibatan BPK RI dipandang penting untuk memastikan setiap kebijakan tetap sejalan dengan regulasi dan kepentingan publik.
Rektor UIN SMH Banten menegaskan bahwa kehadiran pimpinan BPK RI dalam Raker Universitas diharapkan memberi pandangan objektif dan strategis. Arahan tersebut dibutuhkan untuk memperkuat sistem pengelolaan keuangan dan kelembagaan agar kampus semakin profesional dan berkelanjutan.
“Kami berharap pimpinan BPK dapat memberikan perspektif serta arahan strategis guna mentransformasikan tata kelola keuangan dan kelembagaan UIN SMH Banten agar semakin profesional, akuntabel, dan transparan,” ujar Prof Muhammad Ishom, dikutip Jumat, 16 Januari 2026.
Ia menjelaskan, Raker Universitas bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum ini menjadi ruang konsolidasi seluruh pimpinan untuk menyusun prioritas program, menyelaraskan anggaran, dan menetapkan target kinerja tahun berjalan. Kehadiran BPK RI dinilai relevan untuk memperkaya diskusi dan memperkuat dasar pengambilan kebijakan.
Dalam kesempatan yang sama, Prof Ishom memaparkan sejumlah capaian UIN SMH Banten selama lima bulan awal masa kepemimpinannya. Capaian tersebut menjadi modal penting dalam menyusun program kerja 2026. Salah satu prestasi menonjol adalah diraihnya Akreditasi Unggul oleh enam program studi secara bersamaan. Pencapaian ini mencerminkan peningkatan mutu akademik dan daya saing institusi di tingkat nasional.
Selain itu, UIN SMH Banten berhasil menambah lima Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu. Penguatan sumber daya manusia ini dinilai krusial untuk mendorong pengembangan riset, publikasi ilmiah, dan peningkatan kualitas pembelajaran. Kampus juga membuka dua program studi baru yang strategis, yakni Program Sarjana Akuntansi Syariah dan Program Doktor Ekonomi Syariah.
Pembukaan program studi tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri, khususnya di sektor ekonomi dan keuangan syariah yang terus berkembang. Langkah ini sekaligus memperkuat peran UIN SMH Banten sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang relevan dengan tantangan zaman.
Menanggapi undangan tersebut, Anggota VI BPK RI Fathan Subchi menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam Raker Universitas UIN SMH Banten. Ia menegaskan kehadiran tersebut akan disesuaikan dengan agenda kelembagaan BPK, selama tidak ada tugas mendesak lain.
Fathan juga menyampaikan apresiasi atas capaian akademik dan kelembagaan yang diraih UIN SMH Banten dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, deretan prestasi tersebut mencerminkan komitmen kuat pimpinan universitas dalam memajukan institusi. Ia bahkan menilai UIN SMH Banten layak mendapat dukungan pengembangan dan pembangunan kampus.
Salah satu skema yang dinilai memungkinkan adalah pemanfaatan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Skema ini dinilai mampu mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan yang representatif, efisien, dan sejalan dengan prinsip syariah.
Melalui sinergi dengan BPK RI, UIN SMH Banten menargetkan penguatan tata kelola secara menyeluruh. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik, memperbaiki kualitas layanan pendidikan, serta mendorong UIN SMH Banten menjadi perguruan tinggi Islam negeri yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.

