Jelang Idul Fitri 2026, Ketua FKUB Kota Serang KH Matin Syarkowi mengingatkan pemudik motorKILAS BANTEN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, imbauan serius datang dari Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang, KH Matin Syarkowi. Ia meminta masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor, untuk disiplin dan mengutamakan keselamatan selama arus mudik Lebaran.
Dalam keterangannya pada Jumat, 20 Maret 2026, Kiai Matin membuka dengan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim. Ia berharap momen Lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya.
“Kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga kita semua diberikan keselamatan dan kebahagiaan,” ujar Kiai Matin.
Ia kemudian menyoroti tingginya potensi risiko kecelakaan selama musim mudik. Menurutnya, pengendara sepeda motor menjadi kelompok paling rentan, terutama karena jumlahnya yang mendominasi arus perjalanan.
Kiai Matin menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas harus menjadi perhatian utama. Ia secara khusus mengingatkan pentingnya penggunaan helm bagi pengendara dan penumpang.
“Gunakan helm. Helm itu untuk keselamatan. Kepala adalah bagian vital manusia. Bahkan anak kecil pun seharusnya memakai helm,” katanya.
Ia menilai masih banyak masyarakat yang menganggap helm sebagai pelengkap semata. Padahal, fungsi utamanya adalah melindungi nyawa saat terjadi kecelakaan. Karena itu, ia meminta agar kesadaran ini benar-benar diterapkan, terutama saat menempuh perjalanan jauh.
Selain soal perlengkapan keselamatan, Kiai Matin juga menyoroti kebiasaan pengendara yang terburu-buru saat mudik. Ia menyebut sikap tersebut sebagai salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas.
Menurutnya, keinginan untuk cepat sampai sering membuat pengendara mengabaikan kondisi fisik, kelelahan, hingga situasi jalan. Padahal, faktor-faktor tersebut sangat menentukan keselamatan selama perjalanan.
“Jangan terburu-buru membawa kendaraan. Ingat, keluarga di rumah sedang menunggu. Utamakan keselamatan dan tertib berlalu lintas,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perjalanan mudik bukan soal kecepatan, melainkan keselamatan. Lebih baik tiba sedikit lebih lama, tetapi dalam kondisi selamat, daripada memaksakan diri dan berisiko mengalami kecelakaan.
Lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran memang selalu terjadi setiap tahun. Kondisi ini kerap diiringi dengan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan tren sebelumnya, pengendara roda dua menjadi korban terbanyak dalam insiden tersebut.
Karena itu, Kiai Matin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran kolektif. Ia menilai keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama.
Di sisi lain, ia juga memberikan apresiasi kepada Gerakan Pemuda Ansor Kota Serang dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang aktif membantu pengamanan selama momen Lebaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gerakan Pemuda Ansor Kota Serang, khususnya Banser, yang setiap tahun aktif membantu pengamanan menjelang Idul Fitri,” kata Kiai Matin.
Menurutnya, kehadiran Banser di lapangan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Keterlibatan organisasi kepemudaan ini juga dinilai memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara masyarakat, organisasi kepemudaan, dan aparat keamanan menjadi kunci utama menciptakan suasana Lebaran yang aman dan kondusif.
Kiai Matin berharap kolaborasi tersebut terus terjaga dan semakin kuat di masa mendatang. Dengan kerja sama yang solid, potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Menutup pernyataannya, ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan aspek keselamatan selama perjalanan mudik.
“Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga,” tutupnya.
Dengan meningkatnya arus mudik Lebaran 2026, pesan ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pemudik, khususnya pengguna sepeda motor. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah euforia pulang kampung.***
