Diskominfo dan BPS Tangsel Perkuat Satukan Data Kelurahan, Pembangunan Kini Lebih Tepat Sasaran

Kilas Banten
3 Mei 2026 08:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mempercepat penguatan pembangunan berbasis data melalui Program Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan CANTIK) tahun 2026. Program ini dijalankan secara kolaboratif antara Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan dan Badan Pusat Statistik sebagai bagian dari implementasi kebijakan Satu Data Indonesia.

 

Tahun ini, pembinaan difokuskan pada tiga kelurahan, yakni Bakti Jaya, Setu, dan Babakan. Ketiganya dipilih sebagai wilayah prioritas untuk memperkuat kapasitas pengelolaan data di tingkat kelurahan. Pemerintah menilai, kelurahan menjadi titik awal penting dalam menghasilkan data yang akurat dan relevan.

 

Kepala Diskominfo Tangsel, Tb. Asep Nurdin, menegaskan bahwa program Kelurahan CANTIK telah berjalan secara berkelanjutan. Setiap tahun, cakupan wilayah pembinaan terus diperluas.

 

“Program Kelurahan CANTIK ini sudah berjalan setiap tahun, hanya lokasinya yang bertambah. Tahun ini kita tambah lagi ke Kelurahan Bakti Jaya, Setu, dan Babakan untuk dilakukan pembinaan bersama BPS,” ujar Asep, Minggu, 3 Mei 2026.

 

Ia menjelaskan, pendekatan bertahap dipilih untuk memastikan seluruh kelurahan memiliki kemampuan yang setara dalam mengelola data sektoral. Pendampingan dilakukan langsung oleh BPS sebagai lembaga pembina statistik nasional.

 

Menurut Asep, sistem pembinaan bergilir memungkinkan setiap wilayah mendapat perhatian yang optimal. Dengan cara ini, kualitas data yang dihasilkan dapat memenuhi standar statistik yang dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan.

 

“Dengan sistem bergilir seperti ini, kita ingin memastikan semua kelurahan nantinya memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola dan memanfaatkan data,” katanya.

 

Melalui program ini, peran kelurahan mengalami penguatan. Aparatur tidak lagi hanya bertugas mengumpulkan data, tetapi juga mengolah dan memanfaatkan data tersebut untuk mendukung kebijakan pembangunan.

 

Langkah ini dinilai strategis karena kelurahan merupakan unit pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Data yang dikumpulkan dari tingkat ini mencerminkan kondisi riil di lapangan dan menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan.

 

Asep menegaskan bahwa pembangunan modern tidak bisa dilepaskan dari data yang akurat. Pemerintah membutuhkan data yang valid, terukur, dan terintegrasi agar setiap kebijakan tepat sasaran.

 

“Pembangunan daerah saat ini harus berbasis data. Data dari kelurahan nantinya akan terintegrasi hingga tingkat kecamatan dan kota, sehingga menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan,” ujarnya.

 

Program Kelurahan CANTIK juga mendorong penerapan standar statistik dalam setiap tahapan pengelolaan data. Mulai dari proses pengumpulan, validasi, hingga pemanfaatan data untuk evaluasi program dilakukan secara sistematis.

 

Kolaborasi antara Diskominfo dan BPS menjadi fondasi dalam membangun ekosistem data daerah yang kuat. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan sistem data yang terintegrasi dan mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan.

 

Selain itu, program ini mendukung implementasi Satu Data Indonesia. Integrasi data dari tingkat kelurahan hingga kota memungkinkan perencanaan pembangunan dilakukan secara lebih komprehensif.

 

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan seluruh kelurahan memiliki kapasitas yang merata dalam pengelolaan data. Dengan demikian, tidak ada lagi kesenjangan informasi antar wilayah.

 

“Harapannya, pembangunan di Tangsel tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga kuat dari sisi tata kelola data. Ini menjadi fondasi penting menuju kota yang modern dan adaptif,” tutup Asep.***