Program Cek Kesehatan Gratis Masuk Kejari Tangerang, Aparat Harus Prima, Layanan Hukum Didorong Lebih Maksimal

Kilas Banten
4 Mei 2026 19:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Upaya menjaga performa aparat penegak hukum terus diperkuat. Kejaksaan Negeri Kota Tangerang menggandeng Dinas Kesehatan setempat untuk menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh pegawai. Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi fisik dan mental tetap prima di tengah tingginya beban kerja.

 

Program ini langsung menyasar pegawai di lingkungan kejaksaan. Pemeriksaan dilakukan di kantor agar mudah diakses. Tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang diterjunkan untuk melakukan serangkaian tes kesehatan dasar.

 

Pelaksana Harian Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Anak Agung Made Suarja Teja Buana, menegaskan pentingnya menjaga kondisi tubuh bagi aparat penegak hukum. Ia menyebut ritme kerja yang padat menuntut kesiapan fisik dan mental yang stabil.

 

“Tes kesehatan ini sangat penting dan kami berharap dapat dilakukan secara berkelanjutan. Aktivitas pekerjaan yang tinggi membutuhkan kondisi tubuh yang prima agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” ujar Agung, Senin, 4 Mei 2026.

 

Menurutnya, program ini bukan sekadar pemeriksaan rutin. Lebih dari itu, CKG menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas kerja dan integritas pegawai. Aparat yang sehat diyakini mampu bekerja lebih profesional dan konsisten dalam memberikan pelayanan hukum.

 

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, hingga evaluasi kondisi kesehatan umum. Seluruh tahapan dilakukan secara menyeluruh untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini.

 

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa program CKG merupakan bagian dari kebijakan nasional. Program ini diinisiasi oleh Prabowo Subianto dan mulai diterapkan di berbagai daerah, termasuk Kota Tangerang.

 

Ia menambahkan, pelaksanaan program ini juga mendapat dukungan dari Sachrudin. Dukungan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan, terutama bagi pegawai pelayanan publik.

 

“Ini bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin,” kata Dini.

 

Dini menekankan bahwa pegawai pelayanan publik menjadi kelompok prioritas dalam program ini. Mereka berada di garis depan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari. Kondisi kesehatan mereka sangat berpengaruh terhadap kualitas layanan yang diberikan.

 

“Pegawai pelayanan publik menjadi prioritas karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat. Jika mereka sehat, maka pelayanan yang diberikan juga akan lebih optimal,” ujarnya.

 

Tidak hanya terbatas di instansi pemerintah, program CKG juga diperluas ke masyarakat umum. Dinas Kesehatan membuka layanan di berbagai fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan posyandu.

 

Selain itu, strategi jemput bola juga diterapkan. Tim kesehatan turun langsung ke lingkungan warga untuk memberikan layanan pemeriksaan. Langkah ini dinilai efektif dalam meningkatkan jangkauan dan partisipasi masyarakat.

 

“Kami juga memperbanyak agenda jemput bola ke masyarakat. Sehingga, CKG dapat menjangkau masyarakat lebih banyak dan lebih masif lagi,” tutur Dini.

 

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun budaya hidup sehat. Pemeriksaan rutin diharapkan mampu mendeteksi penyakit sejak awal. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

 

Kejaksaan Negeri Kota Tangerang berharap program ini berdampak langsung pada kinerja pegawai. Tubuh yang sehat diyakini akan meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.

 

Kolaborasi antara institusi penegak hukum dan sektor kesehatan ini menjadi contoh sinergi antarinstansi. Pemerintah mendorong langkah serupa diterapkan secara berkelanjutan di berbagai sektor pelayanan publik.***