Anggota DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin saat menghadiri kegiatan bersama masyarakat. Berdasarkan riset Gawekute Institut 2026, ia menjadi anggota DPRD kabupaten/kota paling populer di Provinsi Banten. (Redaksi Kilas Banten)KILAS BANTEN – Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Muhibbin, mencatatkan prestasi sebagai legislator kabupaten/kota paling populer di Provinsi Banten. Capaian tersebut terungkap dalam hasil riset Gawekute Institut yang menganalisis persepsi publik dan aktivitas media sosial selama periode 1 Maret hingga 28 Juni 2026.
Hasil penelitian itu menunjukkan Ahmad Muhibbin menjadi tokoh legislatif daerah yang paling banyak diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Ia juga mencatatkan tingkat jangkauan digital dan keterlibatan publik tertinggi dibandingkan anggota DPRD kabupaten/kota lainnya di Banten.
Analis Media Sosial Gawekute Institut, Abdul Rozak, mengatakan hasil tersebut diperoleh melalui analisis terhadap berbagai indikator performa digital. Penelitian itu mengukur jangkauan informasi, intensitas pembicaraan publik, hingga tingkat interaksi masyarakat terhadap masing-masing anggota DPRD.
“Ahmad Muhibbin berhasil mengukuhkan posisi sebagai anggota DPRD terpopuler di Provinsi Banten dengan volume reach tertinggi serta tingkat keterlibatan yang sangat konsisten sepanjang periode Maret hingga Juni 2026,” ujar Abdul Rozak dalam keterangan resminya yang dikutip Kilasbanten.com, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Menurut Rozak, persaingan popularitas para legislator berlangsung dinamis selama masa penelitian. Pada Maret, perhatian publik lebih banyak tertuju kepada anggota DPRD Kabupaten Lebak, Regen Abdul Aris, yang memimpin pergerakan percakapan secara organik.
Memasuki April, posisi tersebut bergeser. Anggota DPRD Kota Tangerang, Andi Permana, berhasil mencatatkan performa digital terbaik pada bulan itu dan menjadi salah satu figur yang paling banyak mendapat perhatian warganet.
Namun situasi berubah drastis pada Mei. Ahmad Muhibbin mengalami lonjakan popularitas yang signifikan hingga berhasil mengambil posisi teratas. Pada periode yang sama, anggota DPRD Kota Tangerang Selatan, Wanto Sugito, juga mencatatkan peningkatan performa sehingga persaingan di ruang digital berlangsung cukup ketat.
Dalam matriks performa digital yang dirilis Gawekute Institut, Ahmad Muhibbin memperoleh share of engagement sebesar 38 persen. Ia juga membukukan reach count mencapai 1.531.647 serta total mention sebanyak 98.738 atau setara 34 persen dari keseluruhan pembahasan yang dianalisis.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan anggota DPRD kabupaten/kota lainnya di Provinsi Banten.
Wanto Sugito berada di posisi kedua dengan share of engagement sebesar 28 persen, reach count 1.128.582, serta total mention sebanyak 86.379 atau 31 persen.
Sementara itu, Regen Abdul Aris menempati urutan ketiga dengan share of engagement sebesar 19 persen, reach count mencapai 765.824, dan total mention sebanyak 61.301 atau 22 persen.
Posisi berikutnya ditempati Andi Permana yang mencatatkan share of engagement sebesar 15 persen. Legislator Kota Tangerang tersebut memperoleh reach count sebanyak 604.590 dan total mention mencapai 36.223 atau sekitar 13 persen.
Selain unggul dalam jangkauan digital, Ahmad Muhibbin juga memperoleh citra positif di media sosial. Berdasarkan hasil analisis sentimen, sebanyak 79 persen percakapan publik mengenai dirinya bernada positif. Sementara sentimen negatif hanya mencapai 4 persen dan sisanya, sekitar 17 persen, bersifat netral.
Gawekute Institut juga mengidentifikasi sejumlah isu yang paling banyak dikaitkan dengan Ahmad Muhibbin selama periode penelitian. Beberapa di antaranya adalah inspeksi mendadak terhadap kondisi Sungai Ciujung, konten mengenai FIFA World Cup yang membahas pilihan Francis, kegiatan takziyah kepada keluarga Solahudin di Kecamatan Pontang, program Bang Andra, sidak SPPG bersama anggota DPR RI Anisa Mahesa di Kecamatan Kragilan, hingga kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklat Latsar) Partai Gerindra di Daerah Pemilihan II Provinsi Banten.
Menurut Rozak, tingginya popularitas para tokoh politik tidak hanya dipengaruhi oleh intensitas aktivitas mereka di lapangan, tetapi juga strategi distribusi informasi di ruang digital. Jaringan pendukung, influencer, media lokal, akun komunitas, hingga akun resmi para tokoh memiliki peran besar dalam memperluas jangkauan pesan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pola distribusi narasi menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan membangun persepsi publik di media sosial. Semakin kuat jaringan penyebaran informasi yang dimiliki seorang tokoh, semakin besar pula peluang pesan yang disampaikan menjangkau masyarakat luas dan menghasilkan tingkat keterlibatan yang tinggi.
Hasil riset Gawekute Institut tersebut memperlihatkan bagaimana media sosial kini menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur eksposur dan perhatian publik terhadap para wakil rakyat di tingkat daerah. Temuan ini juga menunjukkan bahwa komunikasi digital yang konsisten mampu meningkatkan popularitas sekaligus memperkuat citra seorang legislator di tengah masyarakat.***