Andra Soni Bergerak Cepat, Ojol di Banten Bakal Nikmati Parkir Gratis, Sembako Murah hingga Jaminan Sosial

Kilas Banten
6 Jul 2026 10:00
Banten 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Provinsi Banten mulai mengambil langkah konkret untuk membantu para pengemudi ojek online (ojol) yang menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Gubernur Banten Andra Soni memastikan sejumlah program segera dijalankan setelah menerima aspirasi dari perwakilan pengemudi ojol roda dua maupun roda empat di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang.

 

Dalam pertemuan tersebut, para pengemudi menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Mulai dari kebutuhan fasilitas parkir yang aman, tingginya harga kebutuhan pokok, perlindungan jaminan sosial, hingga harapan agar pemerintah dapat menjembatani komunikasi dengan perusahaan aplikator.

 

Merespons berbagai aspirasi itu, Andra Soni menegaskan pemerintah tidak ingin persoalan para mitra pengemudi terus berlarut. Ia langsung meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait menyiapkan langkah nyata sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.

 

Salah satu kebijakan yang menjadi prioritas ialah penyediaan area parkir khusus atau loading dock bagi pengemudi ojol di pusat perbelanjaan, hotel, dan lokasi pelayanan publik.

 

Menurutnya, fasilitas tersebut akan memberikan rasa aman sekaligus mempermudah proses penjemputan maupun pengantaran pelanggan.

 

“Meskipun itu sumber retribusi di kabupaten kota, tapi nanti kita akan minta secara langsung ke pengelolanya, setidaknya menyiapkan loading dock yang keamanannya terjamin khusus untuk ojol. Itu aksi cepatnya,” kata Andra Soni dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026.

 

Ia menjelaskan keberadaan loading dock juga akan menguntungkan pengelola kawasan dan para tenant karena aktivitas keluar masuk kendaraan menjadi lebih tertata. Oleh sebab itu, konsep tersebut dinilai dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.

 

Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Andra Soni meminta Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi, membentuk tim khusus yang akan melakukan kajian langsung di sejumlah lokasi.

 

Selain fasilitas parkir, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap meningkatnya biaya hidup para pengemudi. Andra Soni menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan memperluas pelaksanaan program pangan murah yang menyasar komunitas ojol.

 

Program itu akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, telur, dan komoditas penting lainnya dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, pelaksanaannya tetap harus tepat sasaran agar tidak disalahgunakan.

 

“Itu bisa digencarkan, tapi tidak setiap hari juga. Yang terpenting, jangan sampai nanti ada pihak-pihak yang mengatasnamakan ojol yang ingin mendapatkan sembako murah,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Pemprov Banten juga memperkuat perlindungan bagi pekerja rentan. Tahun ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk memberikan jaminan ketenagakerjaan kepada 700 pekerja rentan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Rentan yang telah disahkan DPRD Provinsi Banten.

 

Andra Soni memastikan pengemudi ojol akan menjadi salah satu kelompok prioritas dalam program tersebut.

 

“Dan rekan-rekan ojol akan kita masukkan,” tegasnya.

 

Pada sektor kesehatan, Andra Soni menyampaikan bahwa sebagian besar rumah sakit milik pemerintah di Banten telah menerapkan sistem Universal Health Coverage (UHC). Melalui skema tersebut, masyarakat yang masuk kategori desil lima ke bawah dapat memperoleh layanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Ia juga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Banten tetap aman sehingga masyarakat, termasuk para pengemudi ojol, tidak perlu khawatir terhadap ketersediaannya.

 

Tak hanya fokus pada kesejahteraan pengemudi, Andra Soni turut mengingatkan bahwa Program Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta telah memasuki tahun kedua pelaksanaan. Sebanyak 801 sekolah swasta kini telah bekerja sama dengan Pemprov Banten untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

 

“Jadi bagi rekan-rekan yang anaknya tidak keterima di sekolah negeri, bisa masuk ke sekolah swasta yang sudah bekerja sama dengan kami. Gratis. Sudah ada 801 sekolah yang bekerja sama,” pungkas Andra Soni.***