Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom bersama para pimpinan PTKIN se-Indonesia mengikuti monitoring UM-PTKIN dan sosialisasi Insight Scholarship PTKIN di Tulungagung, Jawa Timur.KILAS BANTEN – Transformasi digital dan langkah internasionalisasi pendidikan tinggi Islam di Indonesia terus diperkuat. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Monitoring Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) serta Sosialisasi Insight Scholarship PTKIN yang digelar di Tulungagung, Jawa Timur.
Forum nasional itu dihadiri para pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari seluruh Indonesia, termasuk Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan seleksi mahasiswa baru berbasis digital sekaligus membahas strategi memperluas daya saing PTKIN di tingkat internasional.
Arahan kegiatan disampaikan secara daring oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Suyitno, dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Prof Sahiron.
Dalam sesi evaluasi UM-PTKIN, Prof Suyitno menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penerimaan mahasiswa baru. Menurutnya, sistem tersebut juga menjadi ukuran masyarakat dalam menilai kualitas layanan teknologi informasi yang dimiliki setiap kampus.
“Melalui SSE UM-PTKIN, masyarakat dan peserta ujian secara tidak langsung juga melakukan evaluasi terhadap kesiapan serta kualitas sistem teknologi informasi kampus tempat mereka mengikuti ujian. Karena itu, pelaksanaan SSE harus menjadi perhatian serius seluruh pimpinan PTKIN,” ujarnya, Rabu, 10 Juni 2026.