Seluruh relawan dijadwalkan berangkat menuju Aceh Tamiang pada Minggu, 21 Desember 2025. Mobilisasi dilakukan melalui jalur darat dan udara, menyesuaikan kondisi lapangan serta efektivitas waktu tempuh.
“Kami berharap semua relawan dapat menjalankan tugas secara optimal dan kembali ke Banten dalam keadaan sehat dan lengkap,” ujar Rijal.
Dukungan pendanaan menjadi elemen penting dalam misi ini. Ketua Lazismu Banten, Cahyo Hendro Atmoko, menyampaikan bahwa pihaknya telah menghimpun dana kemanusiaan sebesar Rp737 juta untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera. Dana tersebut berasal dari donasi masyarakat, Lazismu daerah, dan para donatur.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Cahyo memastikan seluruh dana dikelola secara transparan dan akuntabel. Dana itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak korban, seperti logistik, layanan kesehatan, serta dukungan pemulihan.
“Kami berterima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan penyaluran bantuannya melalui Lazismu Banten,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris PWM Banten, Prof Zakaria Syafei, secara simbolis melepas keberangkatan relawan. Ia menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual Muhammadiyah.
“Misi ini adalah bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT. Membantu sesama yang tertimpa musibah adalah ajaran Islam yang harus diwujudkan,” kata Zakaria.
Ia juga mengapresiasi kepedulian warga Muhammadiyah yang konsisten hadir dalam berbagai krisis kemanusiaan, baik di dalam maupun luar negeri. Zakaria mengingatkan relawan untuk selalu menjaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















