KILAS BANTEN – Budaya hidup sehat di lingkungan sekolah kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Banten. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menegaskan bahwa sekolah yang mampu membangun kebiasaan hidup sehat akan melahirkan peserta didik yang berkarakter, tangguh, sekaligus memiliki prestasi akademik maupun nonakademik.
Pernyataan tersebut disampaikan Tinawati saat melakukan kunjungan ke SMA Negeri 2 Tangerang dalam rangka penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) 2026 tingkat Provinsi Banten. Dalam kesempatan itu, ia bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten meninjau langsung berbagai fasilitas serta implementasi budaya sekolah yang sehat, aman, dan nyaman.
Menurut Tinawati, Lomba Sekolah Sehat bukan sekadar ajang kompetisi untuk memilih sekolah terbaik. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong seluruh sekolah agar menerapkan pola hidup sehat secara konsisten dan berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar mencari pemenang. Kami ingin memastikan budaya sehat dan lingkungan belajar yang nyaman dapat diterapkan secara konsisten di seluruh sekolah,” ujar Tinawati, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, penerapan budaya sehat di sekolah juga sejalan dengan program BSAN yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Banten, kata dia, termasuk daerah yang bergerak lebih awal dalam mengimplementasikan program tersebut.
Tinawati menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa dipisahkan dari budaya hidup sehat. Pendidikan, kesehatan, olahraga, sains, dan teknologi harus berjalan beriringan untuk membentuk generasi masa depan yang unggul dan siap menghadapi berbagai tantangan.
Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan hidup sehat harus terus dipelihara, terutama di tengah pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis yang kini dijalankan pemerintah pusat. Menurutnya, sekolah menjadi salah satu tempat penting untuk membangun kesadaran hidup sehat sejak usia dini.
Saat meninjau lingkungan SMA Negeri 2 Tangerang, Tinawati memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang telah diterapkan sekolah tersebut. Ia berharap praktik baik itu dapat terus dipertahankan sekaligus menjadi contoh bagi sekolah lain di Kota Tangerang maupun wilayah lain di Provinsi Banten.
Selain aspek kesehatan, Tinawati menaruh perhatian besar pada pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya bertugas meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk karakter yang kuat.
Menurutnya, kecerdasan seorang anak tidak hanya diukur dari nilai akademik. Kemampuan mengelola emosi, menghargai orang lain, serta menolak segala bentuk perundungan juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
“Anak-anak harus diajarkan saling menghargai dan menjadi duta anti-perundungan di lingkungan sekolah,” katanya.
Tinawati menambahkan, pembentukan karakter tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Keluarga memiliki peran yang sama penting dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Ia menilai sinergi antara keluarga dan sekolah akan menjadi fondasi dalam menciptakan generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju di masa depan.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Tangerang, Kukuh Wahyudi, mengatakan konsep sekolah sehat, aman, nyaman, berkarakter, dan berprestasi telah diterapkan sejak dirinya dipercaya memimpin sekolah tersebut pada 2017.
Menurut Kukuh, seluruh program yang dijalankan dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang membuat peserta didik merasa nyaman berada di lingkungan sekolah. Dengan kondisi tersebut, sekolah diharapkan dapat menjadi rumah kedua bagi seluruh siswa.
“Memang kami ingin menjadikan sekolah ini sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik,” ujar Kukuh.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan membangun sekolah sehat tidak mungkin dicapai oleh satu pihak saja. Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Kukuh berharap semangat kolaborasi tersebut terus dipertahankan sehingga SMA Negeri 2 Tangerang dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan budaya hidup sehat, memperkuat pendidikan karakter, serta mencetak generasi Indonesia yang sehat, berdaya saing, dan berprestasi.***

