Pj Ketum PBNU KH Zulfa Musthofa Silaturahmi ke Abuya Muhtadi, Minta NU Banten Bersatu Demi Stabilitas Negara

Kilas Banten
11 Des 2025 20:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pj Ketua Umum PBNU KH Zulfa Musthofa mengingatkan seluruh jajaran Nahdlatul Ulama di Banten agar tetap solid dengan PBNU. Seruan ini ia sampaikan seusai bersilaturahmi dan meminta doa kepada ulama karismatik Banten, Abuya Muhtadi bin KH Abuya Dimyati, di Cidahu, Pandeglang. Ia menegaskan bahwa kekompakan NU menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan negara.

Kunjungan pada Kamis, 11 Desember 2025 itu bukan agenda biasa. Momen tersebut menjadi langkah strategis PBNU untuk memperkuat hubungan dengan para ulama daerah, khususnya di tengah dinamika organisasi yang berkembang beberapa waktu terakhir. KH Zulfa datang bersama jajaran PWNU Banten dan delapan ketua PCNU se-provinsi. Kehadiran rombongan ini menunjukkan keseriusan PBNU dalam merapikan barisan dan menjaga kepercayaan para tokoh di tingkat lokal.

Dalam pertemuan itu, KH Zulfa kembali merasakan kedekatannya dengan keluarga besar Abuya Dimyati. Ia mengingat masa mudanya ketika sering mendatangi Cidahu pada 1996 untuk mengantar adiknya mengaji. Karena itu, ia menilai kunjungan kali ini bukan sekadar agenda formal, melainkan kesinambungan hubungan yang sudah terjalin puluhan tahun.

KH Zulfa menyebut tujuan silaturahmi tersebut berfokus pada dua hal: mempererat hubungan keulamaan dan meminta doa untuk memperkuat soliditas NU Banten. Ia menyampaikan pesan Abuya Muhtadi yang menekankan pentingnya kekompakan antara NU Banten dan PBNU.

“Beliau berpesan agar NU Banten kompak dengan pusat demi mengamankan negara. Pesan itu diulang beberapa kali,” kata KH Zulfa.

Ia menilai pesan tersebut mencerminkan pandangan para ulama tentang posisi strategis NU dalam merawat ketenangan kehidupan berbangsa. Dengan jejaring pesantren, madrasah, sekolah, rumah sakit, dan kampus yang tersebar luas, NU memiliki pengaruh besar di masyarakat. Ketidakkompakan di internal, menurutnya, bisa berdampak langsung pada stabilitas nasional.

Usai kunjungan ini, PBNU menyiapkan sejumlah langkah percepatan. Salah satunya terkait penerbitan SK pengurus yang sempat tertunda. KH Zulfa memastikan proses administrasi yang belum selesai akan dirampungkan segera sebagai bagian dari konsolidasi organisasi.

Selain itu, ia merencanakan road show ke berbagai provinsi. Langkah ini untuk memastikan PWNU dan PCNU tetap fokus melanjutkan pelayanan tanpa terganggu isu-isu internal. Ia menegaskan bahwa tugas NU harus terus berjalan dalam setiap situasi.

“NU harus tetap menjalankan tugas-tugasnya. Pesantren, madrasah, sekolah, rumah sakit, dan kampus harus terus berjalan. Tidak boleh terhambat. Karena itu, semua pengurus perlu mengikuti arahan PBNU,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, KH Zulfa menyinggung soal komunikasi PBNU dengan salah satu guru dari Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. Menurutnya, guru tersebut belum memberikan sikap terkait perkembangan dinamika internal. Meski begitu, ia yakin proses rekonsiliasi akan berlangsung dengan baik.

“Kita tunggu saja. Saya yakin beliau akan berbesar hati pada waktunya. Komunikasi sudah ada dan rekonsiliasi pasti terjadi,” ujarnya.

KH Zulfa menegaskan bahwa PBNU terus membuka ruang dialog untuk memastikan dinamika yang muncul dapat diselesaikan secara damai dan proporsional. Ia menilai islah menjadi langkah penting agar kekuatan dan citra NU tetap terjaga sebagai ormas Islam terbesar di Tanah Air.

Melalui silaturahmi dengan para ulama, percepatan konsolidasi, dan komitmen terhadap rekonsiliasi, PBNU berharap seluruh tingkatan NU tetap solid. KH Zulfa menilai soliditas internal bukan hanya penting bagi organisasi, tetapi juga bagi ketenangan masyarakat dan keutuhan bangsa.

Dengan memperkuat hubungan antara PBNU dan NU daerah, ia berharap NU tetap menjadi pilar stabilitas sekaligus penjaga keteduhan sosial di tengah dinamika nasional.***