Simulasi Megathrust Gegerkan Primaya Hospital Tangerang, BPBD Terjunkan Tim Penyelamat dan Evakuasi Pasien

Kilas Banten
20 Mei 2026 08:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Suasana mencekam mendadak terasa di lingkungan Primaya Hospital Tangerang saat alarm darurat berbunyi keras. Puluhan tenaga medis, petugas rumah sakit, hingga tim penyelamat bergerak cepat mengevakuasi pasien dalam simulasi penanganan bencana gempa bumi dan kebakaran yang digelar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang.

 

Simulasi berskala besar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana, terutama potensi gempa bumi tektonik atau megathrust dan kebakaran di kawasan perkotaan.

 

Dalam latihan itu, seluruh staf rumah sakit diuji kemampuannya menjalankan prosedur keselamatan saat kondisi darurat. Petugas melakukan evakuasi horizontal dengan memindahkan pasien menjauh dari titik berbahaya di lantai yang sama. Setelah itu, proses evakuasi vertikal dilakukan menuju titik kumpul aman di luar gedung rumah sakit.

 

Direktur Primaya Hospital Tangerang, dr. Putri Syam, mengatakan simulasi tersebut menjadi langkah penting untuk mengukur kesiapan rumah sakit menghadapi situasi kritis yang bisa terjadi kapan saja.

 

Menurutnya, latihan itu tidak hanya menguji kesiapan sumber daya manusia, tetapi juga mengevaluasi fasilitas medis serta koordinasi lintas instansi ketika terjadi bencana.

 

“Simulasi ini diadakan sebagai bentuk penanggulangan bencana, terutama untuk gempa bumi dan kebakaran. Kita ingin melihat kesiapsiagaan dari para staf kami dan tentunya hubungan kolaborasi internal maupun eksternal, serta melihat kesiapsiagaan fasilitas kita pada saat kondisi kritis,” ujar dr. Putri, Rabu, 20 Mei 2026.

 

Ia menegaskan keselamatan pasien menjadi prioritas utama dalam setiap proses evakuasi. Karena itu, tenaga kesehatan dituntut mampu bertindak cepat, tepat, dan tetap tenang saat menghadapi tekanan di lapangan.

 

Menurut dr. Putri, latihan berkala sangat penting untuk membangun rasa percaya diri seluruh staf rumah sakit. Dengan begitu, petugas dapat menjalankan prosedur keselamatan secara maksimal ketika menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya.

 

“Harapannya, hasil dari simulasi ini bisa memberikan rasa percaya diri kepada staf, supaya pada saat terjadinya bencana seperti ini mereka lebih siap menanggulangi demi keselamatan pasien dan pengunjung yang ada di rumah sakit,” katanya.

 

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan simulasi tersebut. Sebanyak 15 personel diterjunkan lengkap dengan berbagai peralatan penyelamatan darurat.

 

Inspektur Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Tangerang, Daik Romatta, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian penting dari langkah mitigasi bencana di wilayah perkotaan.

 

Menurutnya, inisiatif rumah sakit menggelar simulasi patut diapresiasi karena menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan pasien, tenaga medis, dan pengunjung rumah sakit.

 

“Kegiatan hari ini bermula dari inisiatif RS Primaya untuk melihat kemampuan mereka ketika menghadapi kemungkinan bencana,” ujar Daik.

 

Ia menjelaskan, simulasi bersama tersebut juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi standar operasional prosedur atau SOP evakuasi yang selama ini diterapkan pihak rumah sakit.

 

“Melalui simulasi bersama ini, kami tidak hanya melatih mental staf agar lebih percaya diri, tetapi juga bertujuan untuk melakukan evaluasi total terhadap SOP evakuasi yang sudah berjalan selama ini,” tambahnya.

 

BPBD Kota Tangerang menilai latihan seperti ini perlu dilakukan secara rutin, terutama di fasilitas publik dengan tingkat aktivitas tinggi seperti rumah sakit, pusat perbelanjaan, sekolah, dan gedung perkantoran.

 

Selain meningkatkan kemampuan teknis petugas, simulasi dinilai efektif meminimalisasi kepanikan saat bencana benar-benar terjadi. Proses evakuasi yang terlatih juga diyakini mampu mempercepat penyelamatan korban dalam kondisi darurat.

 

Sebagai bagian dari kampanye kesiapsiagaan bencana, BPBD Kota Tangerang turut mengimbau rumah sakit lain, instansi pemerintah, hingga perusahaan swasta untuk rutin menggelar simulasi serupa.

 

Masyarakat maupun lembaga yang ingin mendapatkan pendampingan simulasi penanggulangan bencana dapat mengajukan permohonan resmi melalui kantor BPBD Kota Tangerang maupun akun Instagram resmi BPBD Kota Tangerang.

 

Melalui simulasi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang berharap budaya sadar bencana semakin meningkat. Dengan kesiapan yang matang, risiko korban jiwa dan kepanikan saat terjadi bencana diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin.***