KILAS BANTEN – Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengimbau warga pesisir untuk terus mewaspadai peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kini berstatus Level II atau Waspada.
Imbauan pengamanan tersebut dikeluarkan menyusul adanya laporan harian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Selasa 6 Oktober 2026.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea meminta masyarakat maupun wisatawan di kawasan perairan untuk tetap tenang menghadapi situasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan,” kata Maruli.
Menurut Maruli, setiap pengunjung maupun pendaki dilarang keras untuk mendekati kawasan kawah aktif gunung tersebut.
Ia menegaskan bahwa batas aman yang telah ditetapkan oleh otoritas kegunungapian adalah berada di luar jarak dua kilometer.
“Masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki diminta tidak mendekati gunung atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer,” ujarnya.
Maruli juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi peringatan liar yang belum terverifikasi kebenarannya.
Kata Maruli, pengecekan sumber berita dari instansi resmi sangat penting guna mencegah timbulnya kepanikan massal di tengah masyarakat.
“Pastikan sumbernya berasal dari instansi resmi sehingga informasi yang diterima masyarakat benar,” tegasnya.
Polda Banten memastikan akan terus berkoordinasi secara ketat dengan instansi terkait untuk menyalurkan informasi perkembangan situasi secara cepat dan akurat.
Berdasarkan rilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), gunung tersebut tercatat mengalami empat kali letusan sepanjang pemantauan terakhir.
Amplitudo letusan terpantau berada pada angka 39 hingga 55 milimeter dengan durasi yang bervariasi antara 20 sampai 798 detik.
Instrumen pos pengamatan turut merekam dua kali gempa frekuensi rendah, lima kali gempa fase banyak, serta tiga kali gempa vulkanik dangkal.
Selain itu, getaran tremor menerus juga terekam jelas secara instrumen dengan amplitudo dominan mencapai angka dua milimeter.






