Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi dan tsunami bersama BPBD Provinsi Banten sebagai bagian dari penguatan budaya mitigasi bencana.KILAS BANTEN – Upaya membangun budaya sadar bencana terus diperkuat di lingkungan perguruan tinggi. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menggelar simulasi penanganan gempa bumi dan tsunami.
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan menghadapi situasi darurat sekaligus menyiapkan mereka sebagai pelopor mitigasi bencana di tengah masyarakat.
Simulasi yang berlangsung di halaman Fakultas Dakwah itu melibatkan puluhan mahasiswa beserta dosen pendamping. Selama sekitar empat jam, peserta mengikuti berbagai tahapan penyelamatan diri, mulai dari perlindungan saat gempa terjadi di dalam ruangan hingga proses evakuasi menuju titik kumpul yang aman.
Seluruh rangkaian latihan disusun menyerupai kondisi sebenarnya. Pendekatan tersebut bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori kebencanaan di ruang kuliah, tetapi juga mampu menerapkan langkah penyelamatan secara cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya.
Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya mitigasi bencana sejak dini.
“Penanganan bencana di daerah bukan hanya tugas BPBD, melainkan tugas kita semuanya, termasuk tokoh masyarakat dan mahasiswa. Kami ingin mengajak Generasi Z bahwa mereka harus menjadi leader atau pelopor di daerah masing-masing,” ujar Lutfi, Sabtu (13/6/2026).