Tangerang

Dinkes Kota Tangerang Kerahkan Ratusan Kader untuk Perkuat Pendampingan, Ledakan Populasi Lansia Mengintai

Kader Peri Lansia mengikuti pelatihan pendampingan dan perawatan lansia yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Tangerang dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional, Rabu, 10 Juni 2026
Kader Peri Lansia mengikuti pelatihan pendampingan dan perawatan lansia yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Tangerang dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional, Rabu, 10 Juni 2026

KILAS BANTEN – Ledakan jumlah penduduk lanjut usia menjadi tantangan baru yang mulai dihadapi berbagai daerah di Indonesia. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengambil langkah strategis dengan memperkuat kapasitas kader Peri Lansia sebagai garda terdepan dalam pendampingan dan edukasi kesehatan bagi masyarakat.

 

Program pelatihan kader Peri Lansia tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) dan berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mendampingi keluarga dalam merawat lansia, terutama mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan peningkatan jumlah penduduk lanjut usia merupakan dampak positif dari meningkatnya angka harapan hidup masyarakat. Namun, kondisi tersebut juga menuntut kesiapan pemerintah dan masyarakat agar para lansia tetap memperoleh pelayanan kesehatan dan pendampingan yang memadai.

Festival Cisadane 2026 Tanam Pohon dan Bersihkan Sungai, Sachrudin Tegaskan Komitmen Jaga Kelestarian Lingkungan

 

Menurut dr. Dini, fenomena aging population atau penuaan penduduk kini mulai terlihat di berbagai wilayah, termasuk Kota Tangerang. Karena itu, diperlukan langkah nyata agar kualitas hidup para lansia tetap terjaga seiring bertambahnya jumlah kelompok usia tersebut.

 

“Melalui peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ini, kami menyelenggarakan pelatihan bagi caregiver atau kader Peri Lansia. Kegiatan ini telah dilaksanakan dalam dua angkatan dan diikuti oleh kader Peri Lansia yang ada di Kota Tangerang,” ujar dr. Dini pada Rabu, 10 Juni 2026.

 

Dulu Jadi Kandang Ratusan Kerbau, Kini Berdiri Masjid Raya Al-A’zhom yang Jadi Ikon Kota Tangerang dan Sejarahnya

Saat ini, Kota Tangerang memiliki sekitar 500 kader Peri Lansia yang tersebar di berbagai kecamatan dan kelurahan. Mereka berperan penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara merawat lansia, terutama bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga lanjut usia dengan keterbatasan fisik maupun kesehatan.

 

Dinas Kesehatan Kota Tangerang terus melakukan peningkatan kapasitas kader melalui berbagai pelatihan berkelanjutan. Pada pelatihan sebelumnya, sebanyak 50 kader telah mendapatkan pembekalan khusus. Sementara pada pelatihan terbaru, sebanyak 39 peserta kembali mengikuti bimbingan teknis yang berfokus pada pendampingan lansia berisiko tinggi.

 

Secara keseluruhan, sebanyak 589 kader Peri Lansia telah mendapatkan pelatihan dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Jumlah tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan dan edukasi hingga ke tingkat lingkungan masyarakat.

Jalan Rusak di Kota Tangerang Kini Bisa Dilaporkan 24 Jam, Pemkot Klaim 1.024 Titik Sudah Diperbaiki

 

Untuk mendukung kualitas pelatihan, Dinkes menghadirkan sejumlah narasumber yang berpengalaman di bidang kesehatan lanjut usia. Mereka berasal dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rumah Sakit Soeharto Heerdjan, dan Wulan Nurse.

 

Peserta memperoleh berbagai materi penting, mulai dari teknik pendampingan, perawatan dasar, hingga penanganan lansia yang mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Materi tersebut dirancang agar para kader mampu menjadi pendamping sekaligus sumber informasi bagi keluarga yang merawat lansia di rumah.

 

Data Dinas Kesehatan Kota Tangerang menunjukkan sebagian besar lansia di wilayah tersebut masih berada dalam kondisi sehat dan mandiri. Sebanyak 97 persen lansia masih mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri, menjaga kesehatan, bahkan tetap aktif dalam kegiatan sosial maupun ekonomi.

 

Meski demikian, terdapat sekitar tiga persen lansia yang membutuhkan perhatian dan bantuan khusus. Kelompok ini umumnya mengalami penyakit kronis atau gangguan kesehatan yang menyebabkan keterbatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

“Masih ada sekitar tiga persen lansia yang belum mandiri karena berbagai kondisi, seperti penyakit kronis yang membuat mereka membutuhkan pendampingan. Di sinilah pemerintah hadir melalui program pelatihan kader Peri Lansia,” kata dr. Dini.

 

Ia menegaskan bahwa keberadaan kader Peri Lansia bukan untuk menggantikan peran keluarga. Sebaliknya, para kader bertugas memberikan edukasi, bimbingan, serta keterampilan praktis kepada keluarga agar mampu merawat anggota keluarga lanjut usia dengan tepat dan aman.

 

Melalui program ini, Pemerintah Kota Tangerang berharap kualitas hidup lansia dapat terus meningkat. Selain menjaga kesehatan fisik dan mental para lansia, program tersebut juga bertujuan memperkuat kemampuan keluarga dalam memberikan perawatan yang optimal. Dengan demikian, para lansia dapat menjalani masa tua yang lebih sehat, nyaman, mandiri, dan produktif di tengah meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut di Kota Tangerang.***

× Advertisement
× Advertisement