BPBD Kota Tangerang Kerahkan Puluhan Personel dan Armada Diterjunkan Jinakkan Kebakaran Hebat di TPA Jatiwaringin

Kilas Banten
3 Jul 2026 10:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang bergerak cepat merespons kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah langsung mengirim personel dan armada untuk memperkuat proses pemadaman setelah menerima permintaan bantuan dari BPBD Provinsi Banten dan BPBD Kabupaten Tangerang.

 

Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk sinergi antardaerah dalam menangani kondisi darurat. Sejak menerima permohonan bantuan, BPBD Kota Tangerang langsung melakukan pemetaan situasi di lokasi guna menentukan kebutuhan penanganan yang paling efektif.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pihaknya bergerak tanpa menunda waktu. Tim melakukan survei lapangan sejak malam sebelum keberangkatan personel agar seluruh kebutuhan operasional dapat dipersiapkan dengan baik.

 

“Setelah menerima permohonan bantuan, kami langsung melakukan mapping di lokasi. Mulai pagi ini personel dan armada kami diberangkatkan untuk membantu proses pemadaman sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Mahdiar, Jumat, 3 Juli 2026.

 

Pada tahap awal, BPBD Kota Tangerang mengerahkan sekitar 20 personel yang didukung tiga unit armada. Kendaraan tersebut terdiri atas mobil pemadam kebakaran, mobil tangki air, dan pompa submersible yang digunakan untuk memperkuat suplai air selama proses pemadaman berlangsung.

 

Selain mengirimkan personel dan kendaraan operasional, tim juga memetakan sumber-sumber air yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Langkah ini bertujuan mempercepat distribusi air menuju titik api sehingga proses pemadaman dapat berlangsung lebih efektif.

 

Mahdiar menjelaskan, strategi utama yang diterapkan di lapangan ialah membangun sistem distribusi air secara statis menggunakan pompa submersible. Sistem tersebut memungkinkan beberapa unit mobil pemadam memperoleh pasokan air secara bersamaan tanpa harus menunggu pengisian secara bergantian.

 

“Kami berupaya memastikan suplai air tidak terputus selama proses pemadaman. Tim di lapangan terus berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan yang paling efektif sesuai kondisi lokasi,” katanya.

 

Menurutnya, ketersediaan pasokan air menjadi salah satu faktor penting dalam menangani kebakaran di kawasan TPA. Karakteristik tumpukan sampah membuat api berpotensi menyebar dan sulit dipadamkan apabila suplai air tidak terjaga secara berkelanjutan.

 

Karena itu, koordinasi antarlembaga menjadi perhatian utama selama proses penanganan berlangsung. BPBD Kota Tangerang terus berkomunikasi dengan BPBD Provinsi Banten dan BPBD Kabupaten Tangerang agar seluruh personel, armada, serta peralatan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan di lapangan.

 

Mahdiar juga menegaskan bahwa pihaknya siap menambah kekuatan apabila kondisi di lapangan memerlukan dukungan lebih besar. Penambahan personel maupun armada akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan hasil koordinasi bersama instansi terkait.

 

Ia mengungkapkan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan pimpinan daerah yang meminta seluruh potensi BPBD Kota Tangerang dimaksimalkan untuk membantu penanganan kebakaran hingga selesai.

 

“Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota telah menginstruksikan kami untuk memberikan dukungan semaksimal mungkin. Kami siap membantu sesuai kebutuhan di lapangan hingga proses penanganan selesai,” tutup Mahdiar.

 

Kehadiran BPBD Kota Tangerang di lokasi diharapkan mampu mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus memperkuat kolaborasi lintas wilayah dalam menghadapi bencana. Dukungan personel, armada, dan strategi distribusi air menjadi bagian penting untuk menjaga efektivitas pemadaman, khususnya di area TPA yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

 

Kolaborasi antara BPBD Kota Tangerang, BPBD Kabupaten Tangerang, dan BPBD Provinsi Banten menjadi bukti pentingnya kerja sama antardaerah dalam menghadapi situasi darurat. Dengan koordinasi yang berjalan baik serta dukungan sumber daya yang memadai, proses pemadaman di TPA Jatiwaringin diharapkan dapat berlangsung optimal hingga api benar-benar berhasil dikendalikan dan lokasi dinyatakan aman.***