Serang Pendidikan

Nyala Karya Jadi Ruang Ekspresi Budaya, Pemkot Serang Siapkan Pertunjukan Rutin di Royal Baroe

Nyala Karya Kota Serang
Nyala Karya Kota Serang

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berkomitmen menjadikan kegiatan Nyala Karya Kota Serang sebagai agenda budaya yang digelar secara rutin setiap bulan di kawasan Alun-alun Royal.

Program tersebut disiapkan sebagai ruang ekspresi bagi para pelaku seni sekaligus upaya memperkuat pelestarian budaya lokal di ruang publik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispenbud) Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, pertunjukan budaya rutin tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah agar pembangunan fisik kota berjalan seiring dengan pembangunan kebudayaan.

“Kegiatan ini akan ditampilkan setiap bulan di Royal agar pembangunan fisik Alun-alun Royal juga diisi dengan aktivitas kebudayaan,” kata Ahmad Nuri, Minggu 12 Juli 2026.

Menurut Ahmad Nuri, Pemkot Serang ingin menghadirkan ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul masyarakat, tetapi juga menjadi panggung bagi berbagai kesenian dan tradisi daerah.

Ahmad Nuri: Muatan Lokal Kebudayaan Disiapkan agar Generasi Muda Tak Kehilangan Jati Diri

Ia mengatakan, seluruh paguron dan komunitas seni di Kota Serang diharapkan dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk menampilkan karya-karya budaya kepada masyarakat.

“Pak Wali Kota berharap seluruh paguron yang memiliki akar budaya dan berbagai kelompok seni dapat tampil di ruang-ruang publik seperti Royal. Ini menjadi pemantik agar Kota Serang berkembang sebagai kota yang maju tanpa meninggalkan akar budayanya,” ujarnya.

Selain memperkuat ruang ekspresi budaya, Pemkot Serang juga memberikan apresiasi kepada kontingen seni yang mengharumkan nama daerah pada ajang nasional di Medan.

Ahmad Nuri mengatakan, Wali Kota Serang Budi Rustandi telah menyatakan komitmennya untuk memberikan penghargaan kepada para pelaku seni yang berprestasi, dengan tetap menyesuaikan ketentuan dan dasar hukum yang berlaku.

“Bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para pelaku seni yang telah membawa nama Kota Serang berprestasi di tingkat nasional. Saat ini tinggal menunggu payung regulasinya,” katanya.

Malam Kebersamaan di Pura Eka Anantha Kota Serang, KH Matin Syarkowi: Generasi Muda Jaga Tradisi dan Perkuat Toleransi

Dalam kegiatan Nyala Karya, masyarakat juga disuguhkan berbagai pertunjukan seni budaya, termasuk penampilan Laras Sing Kaibon, yang sebelumnya meraih prestasi pada ajang nasional di Medan.

Menurut Ahmad Nuri, pertunjukan tersebut menunjukkan kekayaan seni budaya Kota Serang sekaligus menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki daya saing di tingkat nasional.

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan bahwa Nyala Karya merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap para pelaku seni sekaligus bagian dari upaya menjaga keberlangsungan budaya daerah.

“Kegiatan Nyala Karya Kota Serang ini merupakan bentuk apresiasi dalam melestarikan budaya. Ke depan, kami ingin seni budaya di Kota Serang terus berkembang sehingga seluruh paguron dan pelestari budaya mendapat ruang untuk berkarya,” kata Budi.

Ia berharap penyelenggaraan Nyala Karya secara berkelanjutan dapat memperkuat identitas budaya Kota Serang sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak karya seni yang membanggakan daerah.

ESI Kota Serang Bangun Ekosistem e-Sport melalui Turnamen Efootball, Ajang Seleksi Atlet Porprov

× Advertisement
× Advertisement