KILAS BANTEN – Semangat toleransi dan persaudaraan lintas agama kembali diperlihatkan di Kota Serang melalui penyelenggaraan Malam Kebersamaan Seni dan Budaya yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Serang di Pura Eka Wira Anantha, Grup 1 Kopassus, Taman Baru, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat hubungan antarumat beragama sekaligus memperkuat komitmen menjaga warisan seni dan budaya bangsa.
Acara berlangsung meriah dengan dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan pemuda, hingga perwakilan berbagai komunitas lintas kepercayaan.
Beragam pertunjukan seni tradisional turut menghidupkan suasana dan menjadi simbol keberagaman yang hidup berdampingan dalam semangat persatuan.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang, KH Matin Syarkowi, menegaskan bahwa setiap pemeluk agama memiliki hak yang sama untuk menjalankan kegiatan keagamaan maupun kebudayaan tanpa adanya diskriminasi.
Menurutnya, ruang berekspresi bagi seluruh kelompok masyarakat harus terus dijaga agar kehidupan yang damai dan harmonis dapat terus tumbuh di tengah keberagaman.
“Malam ini adalah malam kebersamaan yang luar biasa,” ujar KH Matin Syarkowi saat memberikan sambutan.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga membawa pesan kuat mengenai pentingnya persatuan dalam keberagaman yang menjadi identitas bangsa Indonesia.
KH Matin juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan informasi mengenai kegiatan tersebut kepada Gubernur Banten. Ia berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan terhadap berbagai agenda budaya dan kegiatan yang memperkuat kerukunan antarumat beragama.
Menurutnya, dukungan pemerintah sangat penting agar kegiatan serupa dapat terus berkembang dan menjadi ruang perjumpaan bagi seluruh elemen masyarakat.
Selain mempererat hubungan antarumat beragama, KH Matin menaruh perhatian besar terhadap pelestarian budaya.

Ketua FKUB Kota Serang KH Matin Syarkowi menghadiri Malam Kebersamaan Seni dan Budaya yang digelar PHDI Kota Serang di Pura Eka Wira Anantha, Sabtu (11/7/2026), sembari mengajak generasi muda menjaga tradisi dan memperkuat toleransi antarumat beragama. (Redaksi Kilas Banten)
Ia mengingatkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga tradisi agar tidak hilang akibat perkembangan zaman.
“Generasi muda harus terus dibina dan dikembangkan supaya tradisi yang kita miliki tidak hilang. Semua harus kita rawat bersama,” katanya.
Ia menilai budaya merupakan identitas bangsa yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, berbagai kegiatan seni dan budaya perlu terus digelar sebagai sarana edukasi sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap kekayaan budaya Indonesia.
KH Matin juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan agama maupun keyakinan sebagai sumber perpecahan.
Menurutnya, keberagaman merupakan kenyataan yang harus diterima dan dirawat dengan sikap saling menghormati.
“Kita berbeda iman dan berbeda keyakinan, tetapi kita adalah ciptaan Tuhan. Jangan sibuk mencari perbedaan karena itu adalah kenyataan. Mari kita mencari nilai-nilai kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar. Oleh sebab itu, seluruh pihak, termasuk pemerintah, perlu terus hadir dalam upaya melestarikan budaya agar tidak tergerus arus globalisasi maupun pengaruh budaya asing.
Dalam kesempatan tersebut, KH Matin juga menegaskan komitmen FKUB Kota Serang untuk terus mendukung berbagai kegiatan lintas agama yang bertujuan memperkuat persaudaraan. Ia bahkan menyebut adanya rencana penampilan seni budaya dari komunitas Katolik menjelang Hari Raya Nyepi sebagai salah satu contoh nyata praktik toleransi yang patut diapresiasi.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan lintas agama, termasuk apabila bertepatan dengan bulan Ramadan, bukan menjadi persoalan selama seluruh pihak mengedepankan rasa saling menghormati.
“Justru di situlah makna toleransi yang sesungguhnya,” tuturnya.
Malam Kebersamaan Seni dan Budaya diawali dengan penampilan Tabuh Sriwijaya dari Tempek Harapan Jaya Bekasi. Setelah itu, panggung budaya menampilkan Tari Rejang Dedari, Tari Cendrawasih, Tari Merak yang dibawakan Banjar Eka Wira Anantha, serta sejumlah pertunjukan seni tradisional lainnya yang mendapat sambutan hangat dari para tamu.
Suasana kebersamaan terasa sepanjang acara. Melalui panggung seni tersebut, PHDI Kota Serang berharap semangat toleransi, persatuan, dan pelestarian budaya terus tumbuh di tengah masyarakat. Harapan itu sekaligus menjadi upaya memperkokoh kerukunan antarumat beragama di Kota Serang agar dapat menjadi contoh positif bagi daerah lain di Indonesia.***

