KILAS BANTEN – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Kali ini, fakultas tersebut menggandeng warga Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, untuk membangun kesadaran menjaga lingkungan sekaligus mengubah sampah menjadi sumber penghasilan melalui pengelolaan yang tepat.
Komitmen itu diwujudkan melalui Workshop Pengelolaan Sampah bertema “Merawat Bumi, Perkuat Edukasi, Kolaborasi Berdampak FTIK dan Masyarakat Kasemen dalam Pelestarian Lingkungan” yang digelar di Majelis Taklim At-Tajwini, Kampung Sukadana.
Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencari solusi atas persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di wilayah Kasemen. Selain memberikan edukasi, workshop juga dirancang agar masyarakat mampu mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Workshop ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, FTIK ingin menghadirkan manfaat nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat.
Acara dihadiri Dekan FTIK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof. Subhan beserta jajaran pimpinan fakultas, para ketua program studi, Gugus Kendali Mutu, kepala laboratorium, dosen, tenaga kependidikan, Kepala Bagian Umum, Camat Kasemen bersama perangkat kecamatan, hingga warga Kampung Sukadana yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, FTIK menghadirkan CEO Bank Sampah Digital (BSD), Desti Eka Putri Sari, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Desti menjelaskan pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat, mulai dari proses pemilahan hingga pengolahan yang memiliki nilai ekonomi.
Menurut Desti, masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap sampah. Ia menegaskan bahwa sampah tidak selalu menjadi limbah yang harus dibuang, tetapi dapat menjadi sumber daya bernilai apabila dikelola melalui sistem bank sampah yang baik.
Dekan FTIK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Subhan, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama sekaligus bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bumi adalah titipan Allah SWT yang harus kita jaga bersama. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan mengelolanya dengan baik harus menjadi budaya di tengah masyarakat,” ujar Prof. Subhan dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).
Ia menambahkan, FTIK ingin menghadirkan program pengabdian yang benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“FTIK hadir untuk memberikan pengabdian yang berdampak. Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari ikhtiar merawat kehidupan sekaligus wujud implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ketua panitia, Hasbullah, menjelaskan Desa Kasunyatan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena masih menghadapi persoalan penumpukan sampah, terutama di kawasan sekitar aliran sungai.
Menurutnya, kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi. FTIK juga menyiapkan pendampingan agar masyarakat mampu menerapkan sistem pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan edukasi sekaligus pendampingan kepada masyarakat agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan. Harapannya, masyarakat tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memanfaatkan sampah sebagai sumber nilai ekonomi yang bermanfaat bagi keluarga,” ujar Hasbullah.
Apresiasi juga disampaikan Camat Kasemen, Sugiri. Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis dalam menyelesaikan persoalan lingkungan yang selama ini dihadapi masyarakat.
Sugiri berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan agen-agen perubahan yang menjadi contoh dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga.
Ia juga berharap kerja sama antara FTIK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dengan masyarakat Kasemen terus berlanjut melalui berbagai program pengabdian, termasuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkesinambungan.
Sebagai penutup, peserta mengikuti pelatihan teknis mengenai pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan sampah melalui sistem Bank Sampah Digital. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol penguatan kolaborasi antara FTIK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Pemerintah Kecamatan Kasemen, dan masyarakat Desa Kasunyatan.
Melalui kegiatan ini, FTIK kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga aktif menghadirkan solusi terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang.***

