Serang

Kota Serang Fair 2026 Jadi Etalase UMKM dan Hiburan, Dimeriahkan oleh The Changcuters

Kota Serang Fair 2026 Jadi Etalase UMKM dan Hiburan, Dimeriahkan oleh The Changcuters
Kota Serang Fair 2026 Jadi Etalase UMKM dan Hiburan, Dimeriahkan oleh The Changcuters

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kembali menggelar Kota Serang Fair 2026 sebagai ajang promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dipadukan dengan hiburan bagi masyarakat.

Selama empat hari pelaksanaan, mulai 7 hingga 10 Agustus 2026, pengunjung tidak hanya disuguhi ratusan produk lokal, tetapi juga penampilan musisi nasional hingga pertunjukan seni budaya.

Berbeda dari sekadar pameran dagang, Kota Serang Fair tahun ini dirancang menjadi etalase bagi pelaku UMKM sekaligus ruang hiburan keluarga.

Puncak acara akan menghadirkan grup band The Changcuters, sementara panggung hiburan juga diisi Festivalist, Sore, Budi Doremi, dan Biru Baru.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan konsep penyelenggaraan tahun ini tetap menitikberatkan pada upaya membangkitkan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan transaksi UMKM.

Wali Kota Budi Rustandi Pastikan Damkar Kota Serang Tambah Satu Mobil Pemadam pada 2027

Menurutnya, pengunjung dapat memasuki kawasan Kota Serang Fair secara gratis setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.30 WIB.

Namun, untuk menyaksikan konser di panggung utama pada tiga hari pertama, pengunjung diwajibkan berbelanja produk UMKM minimal Rp30 ribu.

“Untuk masuk ke area, setiap harinya kita buka dari jam 10.00 sampai jam 22.30 dan itu gratis (free). Tapi untuk masuk ke arena konser di hari kesatu, kedua, dan ketiga, pengunjung harus belanja dulu senilai Rp30.000.

“Ini dalam rangka mendukung pengusaha UMKM yang ada di kita. Nah, nanti di malam terakhir itu bayar Rp50.000 sebagai tiket untuk menonton konser,” ujar Wahyu.

Skema tersebut diterapkan agar antusiasme masyarakat menyaksikan konser ikut mendorong peningkatan penjualan produk UMKM yang mengikuti pameran.

Terapkan Manajemen Talenta, Pemkot Serang Lantik 29 Pejabat Baru

Selain menghadirkan musisi ibu kota, Kota Serang Fair juga melibatkan pelaku seni dan budaya lokal.

Pengunjung akan disuguhi penampilan band lokal, pencak silat, debus, festival band, adu layangan, hingga pentas seni yang digelar melalui kolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah.

“Tentunya ada band lokal. Terus kita juga berkolaborasi dengan pelaku seni budaya, ada penampilan pencak silat, debus, dan lain-lain,” ujarnya.

“Untuk Disporapar itu menampilkan adu layangan dan juga ada festival band yang nanti ada juaranya. Jadi banyak macam-macamnya dan gimik-gimiknya nanti di acara Kota Serang Fair,” katanya.

Wahyu menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan sejumlah pembaruan, terutama dalam penataan kawasan acara.

Forum Anak Kota Serang Nilai Dukungan Pemkot terhadap Program Inklusif Terus Meningkat

Pedagang yang sebelumnya berjualan di luar area stadion kini dipusatkan di dalam kawasan sehingga lebih mudah dijangkau pengunjung.

“Yang sekarang ini kita lebih memanfaatkan area di sekitaran stadion. Termasuk para pedagang yang kemarin dipindahkan dari luar stadion ke dalam, itu menjadi satu kesatuan dalam tata letaknya (layout). Jadi pintu masuknya nanti bisa dari sebelah kiri atau sebelah kanan,” jelasnya.

Pemkot Serang berharap konsep tersebut mampu mendongkrak transaksi UMKM. Sebagai perbandingan, pelaksanaan Kota Serang Fair tahun lalu membukukan perputaran uang sebesar Rp11,7 miliar selama lima hari penyelenggaraan.

“Kalau berkaca pada tahun yang lalu, perputaran uang mencapai Rp11,7 miliar selama 5 hari. Mudah-mudahan yang sekarang ini bisa melebihi,” katanya.

“Semakin tinggi nilai transaksinya akan semakin membuktikan bahwa acara ini mampu membangkitkan ekonomi kerakyatan. Tapi nanti kita lihat hasil akhirnya seperti apa, karena yang sekarang kan cuma 4 hari saja,” pungkas Wahyu.

× Advertisement
× Advertisement