Tangerang

BAZNAS Kota Tangerang Mulai Cetak Pengusaha Baru, Z-Mart dan Z-Corner Disiapkan Ubah Mustahik Jadi Muzaki

×

BAZNAS Kota Tangerang Mulai Cetak Pengusaha Baru, Z-Mart dan Z-Corner Disiapkan Ubah Mustahik Jadi Muzaki

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tangerang Sachrudin bersama jajaran BAZNAS Kota Tangerang saat meluncurkan program Z-Mart dan Z-Corner sebagai upaya mendorong mustahik menjadi pelaku usaha mandiri.
Wali Kota Tangerang Sachrudin bersama jajaran BAZNAS Kota Tangerang saat meluncurkan program Z-Mart dan Z-Corner sebagai upaya mendorong mustahik menjadi pelaku usaha mandiri.

KILAS BANTEN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peluncuran program Z-Mart dan Z-Corner. Program ini dirancang untuk membantu mustahik mengembangkan usaha sehingga mampu mandiri secara ekonomi dan pada akhirnya bertransformasi menjadi muzaki atau pemberi zakat.

Peluncuran Z-Mart dan Z-Corner menjadi bagian dari strategi pengelolaan zakat produktif. Program tersebut tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membuka peluang usaha yang berkelanjutan bagi para penerima manfaat.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa zakat harus menjadi instrumen yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan dapat diukur dari perubahan status mustahik menjadi muzaki.

“Bagaimana kita bisa mengubah ke depan mustahik menjadi muzaki, karena prinsip bahwa memberi itu lebih baik daripada menerima,” ujar Sachrudin, Sabtu, 19 September 2026.

Ia mengatakan, pemerintah bersama BAZNAS ingin menghadirkan program yang tidak berhenti pada pemberian bantuan semata. Para penerima manfaat diharapkan memperoleh kesempatan membangun usaha yang mampu meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.

Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang, Danni Budianto Saragih, menjelaskan bahwa Z-Mart dan Z-Corner merupakan bagian dari program pendayagunaan zakat di bidang ekonomi. Program tersebut melengkapi berbagai kegiatan BAZNAS yang selama ini juga menyasar sektor pendidikan dan kesehatan.

Menurut Danni, Z-Mart diperuntukkan bagi mustahik yang telah memiliki usaha kecil, seperti warung kelontong atau usaha rumahan, namun masih membutuhkan tambahan modal dan pendampingan agar bisnisnya berkembang lebih baik.

Melalui program tersebut, setiap penerima memperoleh bantuan modal usaha mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta. Selain dukungan modal, peserta juga mendapatkan pembinaan rutin dan pendampingan untuk memastikan usaha yang dijalankan mampu tumbuh secara berkesinambungan.

Baca Juga  Jelang Iduladha, Pemkot Tangerang Pastikan Harga dan Stok Pangan Tetap Stabil

“Substansi zakat itu adalah bagaimana kita merubah mustahik, orang miskin yang kita intervensi dari awal, mereka berubah menjadi mandiri. Kemudian yang paling mulia tentunya nanti ketika berubah menjadi muzaki,” kata Danni.

Pada tahap awal pelaksanaan, BAZNAS Kota Tangerang bersama Masjid Raya Al-A’zhom menyalurkan bantuan kepada 10 mustahik. Total modal usaha yang diberikan mencapai Rp100 juta untuk memperkuat usaha para penerima program.

Meski demikian, Danni menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya bantuan modal. Pendampingan menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

Para pendamping akan membantu peserta menentukan produk yang memiliki permintaan tinggi di pasar, mengatur strategi belanja barang dagangan, hingga mengevaluasi perkembangan usaha secara berkala. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha kecil sekaligus memperbesar peluang memperoleh keuntungan.

Melalui pola pemberdayaan tersebut, BAZNAS berharap para penerima manfaat tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga meningkatkan pendapatan keluarga dan menciptakan kemandirian ekonomi.

Sebagai bentuk komitmen memperluas manfaat program, BAZNAS Kota Tangerang menargetkan sebanyak 46 unit Z-Mart dapat beroperasi hingga akhir 2026. Target itu diharapkan mampu menjangkau lebih banyak mustahik sekaligus memperkuat fungsi zakat sebagai instrumen pembangunan ekonomi masyarakat.

Program Z Mart dan Z Corner menjadi bukti bahwa zakat produktif dapat dimanfaatkan untuk mencetak pelaku usaha baru. Dengan dukungan modal, pembinaan, dan pendampingan yang berkelanjutan, BAZNAS Kota Tangerang optimistis semakin banyak mustahik mampu naik kelas menjadi pengusaha mandiri dan pada akhirnya ikut berkontribusi sebagai muzaki bagi masyarakat lainnya.***