Wagub Banten Tegaskan Peran Ulama-Umara, Sinergi Kuat Bangun Peradaban dan Kesejahteraan Warga

Kilas Banten
5 Jan 2026 07:00
Banten 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa sinergi antara ulama dan umara menjadi pilar utama dalam mewujudkan kehadiran negara di tengah masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun peradaban yang berlandaskan nilai keimanan, akhlak, serta kesejahteraan sosial.

Penegasan itu disampaikan Dimyati saat menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Pengajian Ulama Umara Kecamatan Cijaku (SAPECI) di Gedung Serba Guna Kantor Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Rabu, 31 Desember 2025. Kegiatan ini dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Dimyati menekankan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik semata.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan penguatan nilai keagamaan, moralitas, dan kohesivitas sosial agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara utuh oleh masyarakat.

Ia menilai forum silaturahmi dan pengajian memiliki peran strategis sebagai ruang dialog dan penguatan kebersamaan antara pemerintah dan tokoh agama. Melalui forum seperti ini, nilai-nilai kebajikan dapat ditanamkan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Silaturahmi dan pengajian menjadi ruang penting untuk memperkuat ukhuwah. Ulama dan umara harus berjalan seiring. Pembangunan tidak cukup terlihat secara fisik, tetapi juga harus membentuk karakter masyarakat yang beriman dan berakhlak,” ujar Dimyati.

Dimyati juga menyoroti peran pengajian dalam membentuk kecerdasan emosional dan spiritual masyarakat. Ia menyebut kegiatan keagamaan mampu menanamkan nilai kesabaran, kepedulian sosial, serta semangat kebersamaan yang menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan sosial.

Menurutnya, ilmu yang bermanfaat, akhlak yang baik, dan silaturahmi yang terjaga merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang kuat dan berdaya tahan. Nilai-nilai tersebut harus terus dipelihara agar masyarakat tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga matang secara moral.

Selain memberikan arahan, kehadiran Pemerintah Provinsi Banten dalam kegiatan tersebut juga diwujudkan melalui penyaluran berbagai bantuan sosial. Program bantuan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi dan kehidupan keagamaan warga.

Di Kecamatan Cijaku, Wagub Banten menyalurkan bantuan Rumah Layak Huni Baznas untuk delapan unit rumah. Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, bantuan operasional musala, bantuan kesehatan, serta insentif bagi sepuluh orang guru ngaji.

Dimyati menegaskan bahwa bantuan tersebut dirancang agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah, kata dia, berupaya memastikan setiap program menyentuh langsung kebutuhan warga, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun keagamaan.

“Bantuan ini kami arahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Tujuannya untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, memenuhi kebutuhan dasar, serta mendukung pembinaan keagamaan,” kata Dimyati.

Kendati demikian, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menyambut baik dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Banten. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi faktor penting dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Menurut Amir, sinergi antara ulama dan umara juga berperan besar dalam menjaga stabilitas sosial. Kolaborasi tersebut dinilai mampu menciptakan suasana kondusif yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Apresiasi juga disampaikan tokoh masyarakat Kecamatan Cijaku, Didin Nazaruddin. Ia menilai kehadiran Wakil Gubernur Banten beserta bantuan yang disalurkan menunjukkan responsivitas pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.

Didin menyebut perhatian tersebut memberikan harapan dan semangat baru bagi warga Cijaku. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan tokoh agama terus diperkuat demi mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat secara merata.