Prestasi Meroket, UIN SMH Banten Tembus 10 Besar PTKIN Terbaik Nasional Versi Webometrics 2026

Kilas Banten
3 Feb 2026 21:01
Banten 0
4 menit membaca

KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kampus Islam negeri yang berlokasi di Provinsi Banten ini resmi masuk jajaran 10 besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik di Indonesia berdasarkan Webometrics Ranking 2026.

 

Berdasarkan hasil pemeringkatan Webometrics periode Februari 2026, UIN SMH Banten sejajar dengan sejumlah PTKIN ternama di Tanah Air. Kampus-kampus tersebut di antaranya UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Intan Lampung, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Alauddin Makassar, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, UIN Raden Fatah Palembang, serta UIN Sunan Ampel Surabaya.

 

Masuknya UIN SMH Banten ke dalam 10 besar PTKIN terbaik nasional menegaskan lonjakan kinerja institusi dalam beberapa tahun terakhir. Capaian ini sekaligus menunjukkan konsistensi kampus dalam mengembangkan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, yang didukung penguatan tata kelola dan publikasi berbasis digital.

 

Webometrics merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang dikembangkan oleh Cybermetrics Lab. Lembaga riset ini berada di bawah naungan Spanish National Research Council atau Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC). Berbeda dengan pemeringkatan konvensional, Webometrics menitikberatkan penilaian pada visibilitas, keterbukaan, serta dampak institusi pendidikan tinggi di ruang digital global.

 

Dalam proses penilaian, Webometrics menggunakan empat indikator utama. Indikator pertama adalah visibility, yang mengukur jumlah dan kualitas tautan eksternal menuju laman resmi universitas. Indikator ini mencerminkan tingkat pengaruh dan keterhubungan kampus di dunia maya.

 

Indikator kedua adalah openness, yang menilai keterbukaan akses terhadap dokumen akademik, repositori institusi, dan karya ilmiah sivitas akademika. Keterbukaan ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan pengetahuan dan kolaborasi ilmiah.

 

Indikator ketiga adalah excellence, yang mengukur jumlah publikasi ilmiah kampus pada jurnal internasional bereputasi tinggi. Sementara indikator keempat adalah presence, yang menilai volume serta konsistensi konten yang dikelola dan ditampilkan melalui situs resmi perguruan tinggi.

 

Peringkat yang diraih UIN SMH Banten menunjukkan bahwa penguatan kampus tidak hanya terfokus pada kegiatan akademik di dalam kelas. Pengelolaan informasi, publikasi riset, serta kehadiran digital yang terstruktur turut menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing di tingkat nasional dan global.

 

Capaian ini juga sejalan dengan tren peningkatan peringkat UIN SMH Banten pada periode sebelumnya. Data Webometrics sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencatat lonjakan signifikan. Peringkat global UIN SMH Banten naik dari posisi 8.499 ke peringkat 5.567 dunia. Di tingkat Asia, kampus ini melesat dari peringkat 3.414 menjadi 2.367. Sementara di tingkat nasional Indonesia, UIN SMH Banten melonjak dari posisi 250 ke peringkat 106.

 

Rektor UIN SMH Banten, Prof Muhammad Ishom, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai hasil pemeringkatan Webometrics merupakan buah dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

 

“Alhamdulillah, impact rank kita masih harus ditingkatkan dibandingkan indikator lainnya. Artinya, kuantitas publikasi sudah cukup banyak, tetapi sitasi atau kutipannya masih perlu diperkuat,” ujar Prof Ishom dalam keterangannya, Selasa, 3 Januari 2026.

 

Ia menjelaskan, pihak kampus telah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan dampak publikasi ilmiah. Salah satunya dengan menyusun daftar publikasi dosen UIN SMH Banten yang terindeks Scopus dan mengelompokkannya berdasarkan kuartil jurnal. Upaya ini dilakukan untuk memetakan kekuatan riset kampus secara lebih terarah.

 

Selain itu, dosen dan mahasiswa juga terus didorong untuk saling mengutip karya ilmiah yang relevan dengan bidang riset masing-masing. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah sitasi sekaligus memperkuat jejaring akademik.

 

“Ke depan, jumlah sitasi akan kami dorong menjadi bagian dari penilaian kinerja. Jadi bukan hanya mengejar publikasi di jurnal Scopus, tetapi juga memastikan riset tersebut memberi dampak. Webometrics menekankan kualitas dan dampak, bukan sekadar kuantitas,” kata Prof Ishom.

 

Prestasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi UIN SMH Banten untuk terus meningkatkan kualitas akademik, riset, dan layanan pendidikan tinggi Islam yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.