KILAS BANTEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang, KH Matin Syarkowi, turun langsung meninjau aktivitas di Pasar Jedogan yang berada di kawasan Royal Baroe, Jumat, 20 Maret 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat kondisi pasar sekaligus memastikan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Dalam peninjauan tersebut, Kiai Matin menilai kondisi pasar mulai menunjukkan perubahan positif. Ia melihat penataan lapak pedagang sudah lebih rapi dibanding sebelumnya. Aktivitas jual beli juga berjalan tertib.
“Alhamdulillah sekarang ini sudah mulai tertata dan rapi,” ujar Kiai Matin di sela kunjungannya, Jumat, 20 Maret 2026.
Ia mengapresiasi upaya berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menata pasar. Menurutnya, kondisi pasar yang rapi akan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.
Namun, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban saat beraktivitas di pasar. Ia menegaskan pentingnya kesadaran bersama agar situasi kondusif bisa terus dipertahankan.
“Dan saya bersaran masyarakat untuk menjaga keamanan masing-masing ya. Jangan saling serobot, tertib. Semuanya bisa teratur,” katanya.
Kiai Matin menekankan bahwa pasar tradisional merupakan ruang publik yang membutuhkan kerja sama semua pihak. Tidak hanya pemerintah atau petugas, tetapi juga pedagang dan pengunjung.
Ia menyebut, perilaku saling menghormati dan disiplin menjadi kunci utama terciptanya suasana pasar yang nyaman. Jika semua pihak mematuhi aturan, maka potensi konflik atau kericuhan dapat dihindari.
Selain itu, ia juga menilai penataan pasar yang baik akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat. Pembeli akan merasa lebih aman dan nyaman saat berbelanja.
Kondisi ini dinilai penting, terutama menjelang momen meningkatnya aktivitas ekonomi seperti bulan Ramadan dan Idul Fitri. Pasar menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat.
Kiai Matin berharap kondisi Pasar Jedogan yang mulai tertata dapat terus dipertahankan. Ia juga mendorong masyarakat untuk menjaga fasilitas yang ada agar tidak rusak atau disalahgunakan.
Dalam kesempatan tersebut, ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga nilai kebersamaan di ruang publik. Menurutnya, ketertiban bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
“Kota Serang berbudi. Meledog,” ucapnya singkat.***

