Wali Kota Tangerang Sachrudin membuka Liga PSSI Tangerang 2026 di Stadion Mini Cipondoh bersama ratusan pemain muda dari berbagai kelompok usia.KILAS BANTEN – Kompetisi Liga PSSI Tangerang 2026 resmi bergulir. Turnamen sepak bola usia muda tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, di Stadion Mini Cipondoh.
Ajang tahunan itu langsung menyedot perhatian masyarakat. Sebanyak 80 tim ambil bagian dengan total 2.400 pemain muda dari kelompok umur U-13, U-15, dan U-17. Kompetisi berlangsung mulai Mei hingga Juli 2026 dan digelar di tiga stadion mini berbeda di Kota Tangerang.
Selain di Stadion Mini Cipondoh, pertandingan juga berlangsung di Stadion Mini Sudimara Ciledug dan Stadion Mini Cibodas.
Dalam sambutannya, Sachrudin menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar ajang mencari kemenangan. Ia menilai olahraga menjadi media penting untuk membentuk karakter generasi muda, terutama dalam hal disiplin, mental bertanding, dan sportivitas.
“Sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah. Sepak bola adalah sebuah proses dan pembelajaran dalam menghadapi segala tantangan dalam kehidupan. Untuk itu minat dan bakat saja tidaklah cukup, harus disertai dengan kerja keras, sikap mental yang sportif dan juga disiplin yang tinggi,” ujar Sachrudin, dalam keterangannya, Senin, 25 Mei 2026.
Liga PSSI Tangerang 2026 terbagi dalam tiga kelompok usia. Kategori U-13 dan U-15 masing-masing diikuti 32 tim dengan total 960 pemain di setiap kategori. Sementara kelompok U-17 diikuti 16 tim dengan jumlah 480 pemain muda.
Tingginya partisipasi peserta menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pembinaan sepak bola usia dini terus meningkat. Pemerintah Kota Tangerang melihat kompetisi tersebut sebagai langkah penting untuk mencetak regenerasi atlet sepak bola yang berkualitas dan mampu bersaing di level lebih tinggi.
Sachrudin juga memberi peringatan keras kepada para pemain muda terkait pentingnya menjaga kedisiplinan. Menurutnya, banyak talenta berbakat gagal berkembang karena tidak mampu menjaga sikap dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita sudah banyak melihat bakat dan talenta potensial yang terbuang percuma karena sikap-sikap indisipliner dan tidak disiplin. Untuk itu saya minta kepada adik-adik semua agar dapat senantiasa berperilaku disiplin baik dalam latihan maupun dalam beraktivitas di kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menjelaskan, disiplin dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Salah satunya datang tepat waktu saat latihan maupun pertandingan. Selain itu, pemain juga diminta menjaga kebersihan fasilitas olahraga yang digunakan selama kompetisi berlangsung.
“Salah satu contoh yang paling sederhana adalah dengan selalu datang ke tempat latihan dan juga pertandingan dengan tepat waktu dan menjaga kebersihan dan keindahan tempat-tempat tersebut,” lanjutnya.
Tak hanya soal disiplin, Sachrudin juga menyoroti pentingnya sportivitas di lapangan. Ia meminta seluruh pemain menghormati lawan dan menjunjung tinggi fair play demi menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat.
“Sebaik-baiknya atlet adalah yang bisa menjunjung sportivitas dan menghargai lawan-lawannya karena dengan begitu kemampuan dan kekuatan sejati dari seorang atlet akan tumbuh dan muncul dengan optimal dan maksimal,” tegasnya.
Liga PSSI Tangerang 2026 diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus sarana mencari bibit potensial sepak bola Kota Tangerang. Kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga daerah dalam beberapa tahun ke depan.
Selain mengasah kemampuan teknik bermain, turnamen ini dinilai penting untuk membangun mental bertanding, kerja sama tim, dan rasa tanggung jawab para pemain muda sejak usia dini.
Dengan dukungan pemerintah daerah serta tingginya antusiasme masyarakat, Liga PSSI Tangerang 2026 diproyeksikan menjadi salah satu kompetisi sepak bola usia muda terbesar di Kota Tangerang tahun ini.***