PSEL Aglomerasi Gagal Total, Pemkot Tangerang Pilih Bangun Pabrik Sampah Jadi Listrik Sendiri

Kilas Banten
29 Mei 2026 11:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang resmi mengalihkan fokus pengembangan proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) setelah proyek aglomerasi Tangerang Raya dipastikan tidak berlanjut. Sebagai langkah pengganti, Pemkot Tangerang kini memilih membangun proyek PSEL secara mandiri untuk mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat setiap hari.

 

Keputusan tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi. Pemkot bahkan telah menyiapkan lahan seluas lima hektare di wilayah Jatiuwung sebagai lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut.

 

Menurut Wawan, lahan yang dipersiapkan sudah mendapat peninjauan langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu. Peninjauan itu menjadi bagian awal dari proses pengembangan proyek strategis tersebut.

 

Baca Juga  Gerak Cepat Puskesmas Karawaci Baru, Siswa SD di Tangerang Diajari Sikat Gigi Benar untuk Cegah Gigi Berlubang

“Kami telah melakukan kajian mendalam sebelum memutuskan secara resmi tidak melanjutkan proyek PSEL Aglomerasi Tangerang Raya di Jatiwaringin. Sebagai gantinya, Kota Tangerang akan mengembangkan proyek PSEL secara mandiri,” ujar Wawan, Jumat 29 Mei 2026.

 

Pemkot Tangerang menilai proyek mandiri lebih realistis dibanding melanjutkan kerja sama aglomerasi bersama sejumlah daerah di Tangerang Raya. Salah satu pertimbangan utama berasal dari sisi pembiayaan yang dinilai terlalu besar apabila proyek tetap dijalankan secara kolektif.

 

Selain faktor anggaran, keputusan tersebut juga telah memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD Kota Tangerang. Dukungan itu dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat realisasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut.