“Program MBG ini bisa kita dukung bersama, karena 85 persen biaya di MBG itu larinya ke pertanian dan kebutuhan pangan,” katanya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Banten, Rifky Hermansyah, mengatakan Rakerda, Diklatda, dan Forbisda merupakan agenda penting organisasi dalam memperkuat kaderisasi dan kapasitas pengusaha muda.
Menurut Rifky, pertumbuhan ekonomi Banten sebesar 5,64 persen menunjukkan kebijakan stimulus ekonomi yang dijalankan Pemprov Banten berjalan cukup baik.
Ia juga mengingatkan para pengusaha muda agar tidak hanya terpaku pada sektor usaha konvensional. Sektor pangan dan hortikultura dinilai menjadi bidang strategis dengan potensi keuntungan besar.
“Sekarang jangan lagi hanya bicara sektor usaha konvensional, tapi juga sektor pangan dan hortikultura karena kebutuhan dan supply-demand-nya luar biasa,” ujarnya.
Ketua Panitia kegiatan, Faizal Hermiansyah, menambahkan forum tersebut tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang edukasi dan penguatan jejaring bisnis bagi pengusaha muda Banten.
Menurutnya, Forbisda menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang memberikan wawasan usaha, strategi bisnis, serta peluang investasi kepada peserta.
“Kami memberikan edukasi bagi pengusaha muda agar lebih meningkat. Forbisda juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional untuk memberikan saran, masukan, dan edukasi bagi para pengusaha muda Banten,” katanya.***
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
















